Lelaki Romantis Ataukah Lelaki "Bodoh"


Saya tidak habis pikir ada lelaki seperti ini di dunia nyata, saya kira hanya ada di roman picisan. Entah saya menyebutnya lelaki setia dan romantis atau lelaki "bodoh" karena tidak bisa move on dari satu hati. Bodohnya lagi, dia menunggu satu orang yang belum tentu memberi hati kepadanya, bahkan dia menunggunya tanpa memberi kode dan tanpa "usaha" yang lebih serius. Sebenarnya bukan tanpa usaha, karena nama sang pemilik hati itulah yang selalu dia pinta dalam doa-doanya. Bahkan sudah empat ramadan berlalu dan nama pemilik hati itu selalu menghiasi doa-doanya.

"Harusnya kamu itu mencoba melamar untuk tahu apa doamu diterima atau tidak!" Saya memberi saran, karena setiap kali saya bertanya tentang rencananya menikah, dia selalu memberi jawaban yang sama.

"Saya malu, biarkanlah takdir yang berbicara," ucapnya datar, terdengar setia dan pasrah, tapi lelaki macam ini harus diuji. Maka saya menyebut beberapa nama yang bisa bersaing dengan pemilik hati yang dia idam-idamkan itu.

"Apa saya cocok?" Matanya membulat, dia mulai goyah.

"Cocok, tapi itupun kalau dia mau sama kamu,"

"Nah itu masalahnya,"

"Apa bedanya sama yang sekarang kamu tunggu-tunggu itu, sama-sama tidak jelas apa dia mau sama kamu apa tidak," jawabku, dia merenung.

Botol dan gelas sudah kosong dan tenggorokan saya kembali kering karena terlalu lama durasi saya berbicara.

Gaez, saya tidak tahu apa di pikiran lelaki berkepala tiga ini, ternyata ada cerita cinta yang rumit seperti ini.

Wahai lelaki saya tidak usah tag namamu, tapi cobalah lebih berani untuk bertindak, karena selain didoakan, perempuan butuh untuk dilamar, walau akhirnya kau bisa diterima atau ditolak.

Comments