Ayah Masa Depan

Petang ini saya kembali belajar dari sosok yang sejak dulu menginspirasi, melihatnya begitu khusyuk mendengarkan tiga anak lelakinya yang bergiliran menghadapkan hafalan Al-qurannya, sesekali lelaki itu berdehem dan menatap anaknya dengan sorot berbeda ketika hafalannya salah, sang anak yang mengetahui dirinya salah sesekali nyegir atau menggaruk kepala sambil memperbaiki hafalannya. Ada suasana sejuk yang menelusup ketika melihat adegan itu. 

Saya menyadari bahwa seorang lelaki haruslah bisa menjadi imam bagi anak-anaknya kelak, tempat anaknya menghadapkan dan mengulang hafalannya, tempat bertanya tentang islam dan berbagai macam persoalan.

Maka lelaki masa depan, selain mencari penghasilan, mereka juga harus upgrade keilmuan, menambah wawasan, minimal menjadi bekal untuk  anak-anaknya kelak.

Comments