Archandra Tahar dan KTP Anak Kampung

Malam ini rakyat Indonesia kembali heboh, pasalnya Presiden Joko Widodo mencopot Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Archandra Tahar yang baru dilantiknya, alasannya masih simpang siur, apakah benar karena dwi kewarganegaraan? Belum ada jawaban tegas dari pemerintah, statemen masih abu-abu.

Ingat statemen pemerintah melalui Pratikno dan Johan Budi masih abu-abu. Belum tegas mengatakan bahwa alasan pencopotan Archandra dengan hormat itu karena masalah dwi kewarganegaraan, bisa saja Presiden punya alasan lain. Bukankah mengangkat dan mencopot menteri adalah prerogatif Presiden?

Hemat saya, jika memang Archandra punya dua kewarganegaraan, mustahil tidak diketahui oleh presiden yang entah menyeleksinya seperti apa. Ingat! Archandra yang dielu-elukan hebat oleh media sewaktu pelantikan itu bukan orang sembarangan.

Beberapa hari lalu saya mengantar keluarga untuk urus pembuatan KTP baru di Kantor Capil Sinjai, saat menyerahkan Kartu Keluarga (KK) ke petugas, terdeteksi itu adalah KK lama, bukan KK terbaru. Lalu saat perekaman iris mata, terdeteksi bahwa adik saya ini sudah punya KTP, memang tiga tahun lalu ada petugas Capil yang datang ke sekolahnya untuk melayani pembuatan KTP, namun adik saya ini lost contac, tidak tahu harus mengurus dimana untuk pengambilan KTPnya, maka kami berpikir untuk membuat KTP baru saja.

Hubungannya KTP orang kampung dengan kasus Archandra Tahar itu? Jika memang masalahnya soal dwi kewarganegaraan, masa iya orang desa seperti adik saya itu mudah terdeteksi, sedang orang hebat seperti Archandra Tahar, anak negeri yang berkiprah di Negeri Paman Sam itu tidak terdeteksi. Bolak-balik Amerika - Indonesia, masa iya? 

Wikipedia saja mengakui kewarganegaraan Archandra Tahar ada dua :-).
.......
Baru saja selesai mencopot Archandra Tahar, suara apresiasi kepada Presiden Jokowi mulai terdengar, Presiden tegas, begitu katanya. Suara itu membuai telinga, indahnya! Lalu saat mengangkat Archandra kemarin namanya apa?

Tapi lagi-lagi ini masih abu-abu, belajarlah dari kasus heboh sebelumnya. Jika kasus ini belum ada jawabannya, maka akan ditutupi dengan kehebohan lainnya, mungkin Siaful Jamil akan digoreng KPK lagi. #eh. Lalu kita pun akan kembali heboh, membicarakan di warung kopi, membuat status di sosmed, termasuk status saya ini.

Namun setidaknya kita tahu, dari semua kasus yang tertutupi oleh kasus lain adalah pertanda negeri ini memang tidak baik-baik saja.

Allah, jaga negeri kami di usia kemerdekaannya yang ke 71. Karena Engkau sungguh tahu siapa yang benar-benar ingin membangun negeri ini dan siapa yang ingin menenggelamkannya.


Makassar, Sehari sebelum HUT RI ke-71

Comments

  1. memang sangat disayangkan apa yang terjadi di negeri ini
    semoga ini hanyalah proses untuk menjadi Indonesia yang lebih baik "gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo"
    terkait dengan doa penulis di akhir artikel, amien, amien, amien yaa rabbal alamin

    ReplyDelete

Post a Comment