TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Untukmu Pecinta Burung

Saya ingin bercerita tentang seorang pecinta burung, orangnya logis dan tak percaya zodiak apalagi ramalan dukun, berpikir merdeka tak seperti katak dalam tempurung, teliti tak mau membeli kucing dalam karung.

Kini umurnya memasuki gerbang tiga puluh empat tahun, penikmat kapurung, punya asa melampaui gunung, tidak sombong seperti Fir'aun.

Berproses seperti jalak, sekilas dia tampak garang dan galak, tapi aslinya tidak seseram valak, jika bertemu tak usah membaca ayat kursi dan Qul Audzu Birabbil Falaq.

Seperti kepakan sayap elang, di usianya yang matang jiwanya masih berpetualang, hatinya belum menemukan tambatan, berharap tahun ini melenggang ke pelaminan, tak lagi sendirian.

Seriang kicau kenari, dia lelaki penuh bakti, halus budi, bekerja sepenuh hati membantu tanpa pamrih,  walau hanya mendapat ucapan "makasih makasih", namun itu tidak membuatnya terkulai, karena bakti sepenuh hati selalu memberi arti.

Maka sebagai saudara saya ingin menitip pesan...

Bermacam jenis  burung diceritakan Allah dalam Al-quran, pertanda burung adalah guru kehidupan, sumber berjuta pelajaran.

Gagak adalah binatang tercerdas diutus Allah untuk Qabil yang hasad dan takabbur, mengajarinya tentang cara mengubur.

Kepada Bani Israil diturunkan makanan berupa burung puyuh, namun itu tidak membuatnya luluh. Tetap congkak dengan iman yang lusuh.

Nuh memerintah seekor burung dara, untuk memantau kondisi pasca banjir melanda, sang burung dara memberikan informasi valid tanpa rekayasa 

Burung Hud-hud adalah sahabat Sulaiman sang Nabi, hud-hud burung penuh inisiatif dan punya kreatifitas tinggi, lewat usahanya dia menemukan Istana Balqis sang penyembah matahari, diakhiri kisah indah Balqis diperistri Sulaiman dan jadi permaisuri.

Burung menjadi alat Ibrahim untuk menenangkan hatinya tentang kekuasaan Tuhan, bagaimana menghidupkan makhluk setelah kematian, dengan mata telanjang Ibrahim menyaksikan, burung yang telah dicincang kini hidup dan terbang.

Burung Ababil beraksi pada malam kelahiran Rasulullah, membawa batu dari neraka melempari tentara Abrahah, yang ingin menghancurkan kabbah, Ababil bukti kekuasaan Allah terhadap kecongkakan sang pasukan bergajah.

....

Merpati adalah burung yang setia pada janji, kelak jika terbang tinggi ke cakrawala seperti rajawali, tetaplah rendah hati, kaki tetap menapak di bumi.

Burung terbang melawan gravitasi bumi, berpagi untuk mencari rezeki, hasil tidak dinikmati sendiri, pada keluarga selalu berbagi.

Setiap kali burung hinggap di dahan untuk mencari makan, tidak merusak walau paruh dan kukunya tajam, teladani burung dalam mencari makan, mereka tidak merusak dan menyalah gunakan kekuasaan.

Kicau merdu burung adalah zikir dan tasbih, memuji Tuhannya yang Maha Tinggi, karena diri tidak pernah suci, maka jadilah pemuja Allah yang Maha Terpuji.

Akhirnya...
Selalu teringat kata-katamu "Kita tidak tahu esok seperti apa, terlalu banyak goda," kukatakan bahwa selama Allah ada dalam dada, imunitas imanmu akan kuat melawan bujuk rayu dan goda.

Masuki gerbang usiamu dengan salam, jika di masa lalu ada episode kelam, semoga dimasa akan datang tidak terulang. Kita tidak tahu baik dan buruknya seseorang, tapi kita harus memberinya kepercayaan, bukan kecurigaan.

Selamat milad kawan!

No comments: