Untukmu Doa Rahasia Itu

Nay wanita yang sering kupanggil say, denganmu cinta kusemai, kau tidak ada yang menyamai, ah mungkin kedengaran lebay! Tapi ini suara hati, yang tak bisa didustai.

Kini usiamu 28 tahun, bersamamu hampir setahun, menjalani hari-hari saling menuntun, hidup kadang menemui jalan terjal menanjak dan menurun, bersamamu akan kulewati dengan langkah kaki terayun.

Saya bukan lelaki romantis yang pandai merangkai kata, hanya bisa mendekapmu dalam doa-doa, pada Rabb saya selalu menyebutmu sebagai anurgah terindah, yang akan membersamai langkah ke syurga.

Saat ini kau bunda bagi seorang Mahdi, anak lucu yang selalu kita syukuri, semoga kelak dia seorang cerdas ditunjuki, pembawa panji-panji Ilahi.

Maaf tidak ada sepotong kue tar atau ucapan selamat, karena kau sangat paham bahwa tiap hari sejatinya maut semakin mendekat, yang kuberi hanya doa-doa rahasia yang terlantun hangat.

Untukmu Nay!
Kutulis ini ketika Tuhan sedang melukis senja di langit Makassar. 
25 Maret di Waduk Pampang

Comments