TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Untuk Kebenaran Yang Terasa Pahit

Membayangkan sebuah kebenaran bukan hanya tentang keindahan sebuah taman dipenuhi aneka bunga, dihuni kumbang yang lalu lalang mengisap saripatinya. Atau kebenaran tidaklah selamanya sesejuk udara pagi tanpa tercemar polusi, pun kebenaran tidaklah selalu seindah dan menyenangkan seperti kicauan burung. Namun kebenaran itu ada tempatnya tersendiri, bahkan kadang kebenaran itu ibarat sebuah luka yang disiram cuka, perih! Kadang pula kebenaran sepahit obat, semua orang membencinya. Namun kebenaran tetaplah kebenaran yang harus disampaikan, seorang Manusia Teladan telah mewanti-wanti, agar kebenaran disampaikam walaupun terasa pahit.

Pahit bagi orang yang menyampaikannya, ataupun pahit bagi orang yang menerimanya. Namun percayalah yang pahit itu kadang lebih menyembuhkan daripada yang manis, terlalu banyak kata-kata manis bisa jadi itu hanya polesan, overdosis manis akan menimbulkan penyakit.

Kebenaran adalah sebuah fakta yang tidak akan tertukar, kata seorang teman, kadang untuk menemukan sebuah kebenaran akan ada hati yang terluka, akan ada air mata yang tumpah, tapi setelah kebenaran terungkap maka luka dan air mata itu menemukan muaranya, disana ada kelegaan tanpa buruk sangka.

Kita belajar, dalam pencarian sebuah kebenaran maka kejernihan hati harus diutamakan, disitulah Islam mengajarkan tabayyun walaupun fakta nyata di depan mata. Teringat sebuah pesan bijak, bahkan jika kau menemukan 100 fakta yang menenjukkan kesalahan saudaramu, maka carilah 1000 alasan untuk membenarkannya. Bukan masalah membenarkan yang salah, sekedar menunda menghakimi sebelum tabayyun.

Untuk kebenaran yang kita pegang teguh, untuk kebenaran yang kita genggam utuh, bukan berarti tidak ada salah yang tersentuh, maka kita saling menggenggam dalam kebenaran yang kita anut, atas asas kepatutan yang kita yakini. 

Untuk sebuah kebenaran, semoga Allah memberikan hati yang bening, menyerap kebenaran walau terasa pahit.

Allah bersama ukhuwah kita... Sebagaimana prinsip ukhuwah yang kupegang teguh "Bersaudara denganmu dalam taat, tidak bersama dalam maksiat, berharap ukhuwah ini bermanfaat, kelak membawa syafaat." Hanya itu.

No comments: