TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Terompet, Fresh From The Mouth

Saya masih terhenyak memastikan apa yang terjadi di depanku, hampir satu menit saya didera rasa takjub, beberapa perempuan berkerudung sedang mengepung seorang bapak penjual terompet pagi ini di Pasar Pude, salah satu pasar di Sinjai Selatan. 

Preeeet preeet preeet, penjual meniup terompet yang dia jual. "Bu, ini suaranya besar," sang penjual menyodorkan ke perempuan yang sedang memilah terompet, sang ibu langsung mengambil terompet dari tangan penjual dan tanpa membersihkan ujung terompetnya, dia langsung memasukkan ke mulutnya kemudian meniupnya dan terdengarlah bunyi terompet yang merdu, #uek...  Preeet preeet preet "iya inimo deh" katanya dengan wajah riang gembira. 

Tak sampai disitu, setelah membayar terompet yang dipilih, sang ibu masih mencoba meniup beberapa terompet kemudian melenggang pergi. Mungkin dalam hati terdalamnya berkata, "kan mencoba ji, gratis," Sedang ibu-ibu yang lain melakukan hal yang sama, mencoba semua terompet untuk mendapatkan terompet terbaik menurut versinya, penjualnya tidak mau kalah, meniup beberapa terompet untuk memancing pembeli.

Saya kemudian mendekat bukan untuk membeli, cuma mau memeriksa ujung terompet apakah basah atau tidak, ujungnya mengkilat bro! Sekedar info, Sinjai saat ini lagi musim pete. Hahaha. Saya juga memastikan terompet yang dijual bukan yang terbuat dari sampul Al-quran seperti yang ramai dibicarakan.

Tak jauh dari penjual terompet, ada penjual pakaian bekas atau cakar yang juga dikepung oleh pengunjung pasar, sepertinya baju cakar itu lebih menggoda daripada terompet, walaupun terompet itu fresh from the mouth. Sama-sama bekas, tapi beda. Haha

Hikmahnya, jika tidak ingin memakai bekas yang pernah masuk ke beberapa mulut, jangan membeli terompet. 

Kisah pagi ini di Pasar Pude, Hamba Allah yang tidak suka terompet, Munawir Syam.

No comments: