TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Keluarga Dalam Selembar Kartu Keluarga

Hari ini saya disibukkan dengan berkas untuk pembuatan Kartu Keluarga (KK) yang baru, ceritanya saya akan membuat kartu keluarga, itu berarti nama saya akan dikeluarkan dari KK bapak dan ibu, begitupula dengan istri akan mengalami hal yang sama.

Saya memperhatikan beberapa kartu keluarga yang tergeletak di atas meja, ada beberapa lembar, itu kartu keluarga dari masa ke masa. Kartu Keluarga yang paling tua, tercatat masih banyak nama yang tinggal di rumahku, ada 9 nama, kemudian kartu keluarga selanjutnya, sisa 7 nama, kemudian berubah menjadi 5, dan berubah lagi menjadi 4 dan KK terbaru tercatat tinggal 3 orang, bapak, ibu dan saya.

Walaupun alamat yang akan saya gunakan tetap alamat rumah yang tertera dalam KK bapak, tapi ada resah yang menggelayut, rasa berat. Jika saya membuat KK baru itu berarti nama yang ada dalam kartu keluarga bapak tinggal 2 orang, ibu dan bapak. Memang semua nama yang pernah tercantum dalam kartu keluarga tersebut tidak pergi jauh, bahkan orang-orangnya masih sering bermalam di rumah, adapula yang pindah rumah tapi hanya satu meter dari rumah bapak. Tapi tetap saja kartu keluarga bapak terasa sepi.
 
Memang terlihat sederhana dan hanya nama di atas kertas, namun saya bisa mengambil pelajaran bahwa waktu terus berjalan dan perubahan itu pasti. Kartu keluarga yang saat ini kubuat awalnya hanya berisi dua nama, jika Allah mentakdirkan nama-nama itu akan bertambah, dan seiring waktu nama-nama itu juga akam kembali sepi, mungkin nasibnya akan sama dengan KK bapak saat ini.

Kartu keluarga itu boleh sepi, tapi bakti tetap bersemi.

No comments: