Wasiat Nuh Kepada Anak-Anaknya

Sumber foto: www.okeygan.com
Siapa yang tidak mengenal sosok Nuh, sosok yang banyak diceritakan kisahnya dalam Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad, bahkan sebuah surah dalam Al-quran diberi nama Surah Nuh. Dalam kitab Taurat dan Injil kisah Nuh juga diceritakan, dalam Taurat Nuh dikenal dengan nama Nahm.

Dialah Nuh bin Lamik bin Muttawsyalakh bin IDRIS bin Yarid bin Mahlayil bin Qanin bin Anusy bin Syaits bin ADAM. Dia cicit dari Nabi Adam dan Nabi Idris, Menurut penjelasan Ibnu Jarir, Nuh lahir 116 tahun setelah Adam meninggal dunia, sedang menurut sejarah Ahli kitab bahwa Nuh lahir 146 tahun setelah Adam meninggal, dan disebutkan dalam shahih Imam Bukhari bahwa Adam dan Nuh terpaut sepuluh generasi dan semuanya memeluk Islam, hal yang senada didapat pada riwayat Ibnu Hibban menegaskan bahwa Nuh dan Adam terpaut sepuluh generasi.

Nuh sosok Nabi yang dikenal sebagai pembuat perahu di puncak gunung, Allah menyebut Nuh sebagai hamba yang selalu bersyukur, Nuh juga dikenal dengan dakwahnya yang mencapai 950 tahun, dibahasakan dalam Al-quran, 1000 tahun kurang 50 tahun. Nuh menjadi inspirasi bagi para dai dalam menjalani dakwah yang begitu panjang, dan Nuh sebagai contoh bening, bahwa lamanya berdakwah tidak selalu berbading lurus dengan banyaknya pengikut, Allah melihat usaha bukan pada hasil, bahkan salah satu anak dan istrinya pun tidak beriman.

Menjelang akhir hayatnya, Nuh mengumpulkan anak-anaknya untuk memberi wasiat, Nuh mempunyai empat anak, diantaranya Sam, Ham, Yafith dan Kan'an. Kan'an tewas pada peristiwa banjir besar karena dia tidak beriman, sedang tiga saudaranya selamat dengan keimanan mereka. Sam bin Nuh mempunyai dua keturunan yang juga menjadi nabi, yaitu Hud dan Shalih.

Maka Nuh berwasiat kepada Sam, Ham dan Yafith, dalam Hadits Riwayat Ahmad bahwa Nuh berwasiat kepada anaknya, Nuh berkata "Sungguh, aku akan menyampaikan wasiat kepadamu, aku perintahkan dua hal dan aku melarang dua hal, aku perintahkan kepadamu mengucapkan dan mengamalkan Laa ilaaha Illallah, karena seandainya tujuh langit dan tujuh bumi diletakkan dalam salah satu sisi timbangan, dan Laa ilaaha Illallah pada sisi timbangan lainnya, maka tentu Laa ilaaha Illallah lebih berat, karena dengannya segala sesuatu terhubung, karenanya semua makhluk diberi rezeki. Dan aku melarangmu dua hal, yaitu syirik dan sombong.

Itulah wasiat Nuh kepada anak-anaknya. Tentang usia Nuh hidup di dunia, Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya menuliskan bahwa Nuh diangkat menjadi Rasul pada usia 480 tahun, berdakwah selama 950 tahun dan hidup pasca banjir besar selama 350 tahun, maka usia Nuh 1780 tahun.
-------
Rujukan :
Qishashul anbiya, wikipedia dan beberapa referensi lainnya



Comments