TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Pengantin Surah Arrum

Saya mengucapkan barakallah kepada sahabat saya yang telah menggenapkan separuh agamanya, dia seorang bugis asli yang menjemput jodohnya dengan cara yang mudah, dia tidak bernasib seperti kebanyakan lelaki bugis lainnya, yang deklarasi cintanya masih terhalang uang panaik.

Saya sedikit kaget ketika mendengar penuturan dari sahabat saya, dia mengaku sedang giat-giatnya mengulang hapalan surah Arrum, karena surah itu yang menjadi maharnya.

Bagi sahabat saya, sangat sederhana permintaan perempuan itu, dia tidak muluk-muluk ketika meminta mahar dari lelaki yang melamarnya, hanya hapalan satu surah dalam al-quran, surah Arrum.

Saya sempat merinding, masih ada wanita zaman sekarang yang menginginkan mahar berupa hapalan Al-quran. Padahal boleh saja sang akhwat meminta apapun untuk dijadikan mahar, seperti emas atau barang berharga lainnya, itu sah-sah saja, karena itu adalah haknya.

Maka kusebut mereka dengan pengantin surah Arrum, saya harus mengangkat topi untuk sebuah mahar berupa surah Al-quran, itu merupakan arti bahwa sang perempuan memilihnya bukan karena memandang harta, tapi karena iman, perempuan memilihnya bukan karena tinggi derajatnya, tapi karena dia bisa menjadi imam yang baik. Sang perempuan tidak ragu tentang nafkah yang akan diberikan kepadanya, baginya ikatan halal dengan cara yang mudah adalah yang utama.

Ah surah Arrum, betapa romantisnya mahar tersebut. Rum yang berarti Romawi adalah simbol kegagahan, dia adalah kekuatan, benteng yang kokoh dan tak mudah terkalahkan. Menaklukkannya begitu sulit, butuh orang yang piawai, cerdas untuk menaklukkannya.

Arrum berbicara tentang keyakinan akan jodoh, Allah menciptakan manusia berpasangan dan itu harus kita imani. Arrum meneguhkan mereka yang sedang was-was dalam penantian.

Arrum bercerita tentang pondasi utama dalam membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, semoga kelak diberi generasi-generasi penakluk yang cinta Al-quran sebagaimana niat tulus sang istri meminta mahar berupa ayat al-quran.

Maka hari ini, Islamabad telah menjadi saksi dua orang Indonesia yang saling menghalalkan dengan mahar surah Arrum.


"Sebaik-baik mahar adalah mahar yang paling mudah (ringan)” (HR. Hakim)

Bagi sahabat saya, ini adalah mahar yang mudah sesuai dengan anjuran Islam, Islam tidak pernah mematok harga untuk sebuah mahar, Islam berbicara masalah mudah atau sulitnya sebuah mahar, Islam berbicara masalah kesanggupan bukan masalah harga.

Karena bagi laki-laki, bisa saja permintaan hafalan surah Arrum ini adalah permintaan yang menyulitkan, ada yang mungkin memilih memberikan mahar berupa barang berharga daripada sebuah hapalan Al-quran, apalagi jika permintaannya 30 juz. Hehe. Maka lagi-lagi, masalah mudah atau tidaknya, adalah masalah kesanggupan seorang laki-laki dalam memberikan mahar tersebut, dan kelapangan seorang wanita dalam meminta sebuah mahar.

Walaupun sang akhwat hanya meminta surah Arrum, tapi sahabat saya menambahkan dengan emas beberapa gram.

No comments: