TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Tuhan, Inilah Proposal Cintaku

Sering saya mendengar dan membaca untaian kalimat nasehat yang kurang lebih pesannya seperti ini, "Tuliskan rencanamu dengan sebuah pensil,namun berikan penghapusnya kepada Allah, Karena Dia yang akan menghapus bagian yang salah dan menggantinya dengan yang terbaik untukmu," nasehat yang indah, tentang sebuah perencanaan, usaha dan hasil yang didapatkan.

Salah satu impian saya sejak lama adalah menikah di usia 25 tahun, tidak dibawah umur itu. Maka pada 4 maret 2014 ketika usia saya menginjak 25 tahun saya menulis target di atas sebuah kertas kecil, tulisan agak amburadul namun pesannya jelas bahwa saya menargetkan menikah di usia 25 tahun dengan berbagai alasan untuk menguatkan keinginan saya itu. Alasan yang memadukan keadaan darurat seorang lajang, perintah agama dan juga keinginan orang tua, maka tidak ada alasan untuk menunda. Sejak saat itu petualangan pun dimulai! Bergerilya mencari tulang rusuk :-)).

Dalam hal ini saya mengabaikan nasehat seorang senior, saat itu umurku masih 23 tahun, sang senior sebut saja namanya Mustain berpesan bahwa jika targetmu menikah di usia 25 tahun, maka pencarian harus dimulai di usia 24, karena proses pertama belum tentu goal. Nasehat itu ternyata benar adanya.

Target itu jelas dan ada usaha untuk menggapainya, bahkan murabbi juga berpeluh turut membantu, namun sampai menjelang batas waktu 25 tahun berakhir hasilnya masih nihil. Disitu kadang saya merasa sedih :-(.

Hari ini (04/03/15) usiaku memasuki 26 tahun, dan Allah memang menghapus target itu, target tidak tercapai, menikah di usia 25 gagal. Mungkin menurut Allah itu bukan waktu yang terbaik, target itu memang tercatat di atas kertasku namun tidak sesuai dengan yang tercatat di lauhul mahfuz.

Detik terakhir usia 25 tahun melenggang ke 26 tahun, usaha semakin digiatkan, memang menikah di usia 25 akan gagal namun saya masih punya resolusi tahun 1436 Hijriah, tepat 1 Muharram 1436 H lalu saya menuliskan resolusi tahun 1436 H salah satunya adalah menikah, Jadi saya masih punya kesempatan untuk mewujudkannya.

Dan titik terang itu ada, dari semua ikhitiar Allah membuka jalan, dan saat ini saya sedang menuju kesana. Usaha telah dilakukan, mulai taaruf hingga khitbah yang diterima oleh pihak perempuan. Tak usah kuceritakan perjalanannya, cukup tau bahwa saya mengantongi restu orang tua, keluarga, sahabat dan tentunya murabbi tercinta :-).


Tuhan, inilah proposal cintaku, sebuah undangan pernikahan yang akan dilaksanakan pada 27 maret 2015. Semoga Engkau berkenan menerima proposal itu dan memudahkan semua urusannya. Aamiin...

Tulisan ini juga sebagai undangan bagi pembaca blog ini, jika Allah berkenan maka hadirilah deklarasi kami pada tanggal 27,28 dan 29 maret.

Sekian...

5 comments:

  1. Barakallah kak awie. Akhirnya..... terharu membacanya... #pembaca setia blogmu

    ReplyDelete
  2. BARAKALLAH Kanda .. :)

    ReplyDelete
  3. بارك الله لك وبارك عيك وجمع بينكما في خير...
    Sungguh rahasia itu sangat indah sa'at terungkap pd waktunya...
    Bersama kalian berkah dan Ridho Allah dalam pelayaran kalian mengarungi bahtera Rumah tangga hingga berlabu dipelabuhan syurga... :)

    ReplyDelete
  4. بارك الله لك وبارك عيك وجمع بينكما في خير...
    Sungguh rahasia itu sangat indah sa'at terungkap pd waktunya...
    Bersama kalian berkah dan Ridho Allah dalam pelayaran kalian mengarungi bahtera Rumah tangga hingga berlabu dipelabuhan syurga... :)

    ReplyDelete
  5. saengil chukkahamnidaaaaa.....

    ReplyDelete