Sedikit Celoteh Tentang Hari Ini


Saya merasa hari ini adalah hari paling mendewasakan dari semua hari-hari yang pernah saya lewati, karena hari ini saya akan mengambil alih sebuah tanggung jawab besar, amanah kan kupikul dipundakku.

Hari jumat selalu penuh barakah, namun jumat kali ini saya merasa barakahnya berlipat-lipat, ada beribu keberkahan dalam setiap detiknya, Rabbi... akan kumulai lembaran baru ini di penghujung hari barakahMu. Bismillah...

Menikah, semua insan yang ditakdirkan bertemu jodoh akan melewati moment ini, cepat atau lambat. moment sakral yang merubah status, sunnah mulia yang menyatukan dua insan, dua keluarga dan membangun peradaban.

Jika Allah mengizinkan, di penghujung hari barakah ini saya akan mengikat janji suci dengan seorang perempuan yang insya Allah sholehah, menjadikannya sebagai teman hidup.

Akhirnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang mensupport selama masa pencarian. Ada doa dan usaha maksimal dari keluarga yang tidak ingin melihat saya berlama-lama melajang.

Terima kasih buat para Murabbi, guru ngaji saya di PKS yang tidak usah saya sebutkan namanya, selama masa pencarian saya ditangani tiga murabbi dan akhirnya goal di tangan murabbi yang sekarang :-)... Terima kasih buat cintanya, buat peluhnya dalam mencarikan biodata yang pas :-)). Terkadang saya tidak tega melihat wajah galaunya ketika menanyakan "kapan antum menikah?" atau kadang pertanyaan itu berubah "maujikah menikah?", untung pertanyaan itu tidak berubah menjadi "bisaji kah menikah?" Alhamdulillah pertanyaan itu menemui titik terang.

Terima kasih buat dukungan dari ketua DPW PKS Sulsel, Puang Andi Akmal Pasluddin, ketua Fraksi PKS Sulsel, Taslim Tamang, Ariady Arsal, Bunda, Opu, pak Jafar dan pak Baso, kak Jek :-) terima kasih doa dukungannya. Dan segenap kader se Sulsel :-).

Buat bunda Rahmi yang juga melafalkan doa buat saya di depan Baitullah, berbeda dengan kasusnya Agus yang didoakan dengan menyebut nama targetnya, waktu mendoakan saya, bunda Rahmi tidak menyebutkan nama akhwatnya, karena lupa namanya... HP nya tertinggal di Makassar dan nama yang saya kirimkan ada di HP tersebut. Tapi Allah Maha Tahu, Dia tahu yang terbaik, dengan siapa dan kapan, selalu tepat waktu.

Buat sahabat-sahabat saya yang sering membully, kadang bully itu membuat dongkol tapi kadang pula menjadi penyemangat. Kalian sahabat terbaik yang tidak pernah menanyakan tentang pacar, tetapi tentang pernikahan. Saya bangga bisa berinteraksi di tengah lingkungan yang sehat, bersama sahabat dalam menapaki jalan kebenaran.

Sahabat saya memang sangat baik, tidak hanya membully namun juga membantu prosesnya, seperti Mustain Ruddin yang desain undangan, desainnya banyak dapat pujian. Buat Andi Misuary dan kawan-kawan al-azhar yang rela begadang dalam mengurus undangan, buat k Aking, Wahyudi, k Budi, k Jundi, k Sandy, k Syamsul, k Syahrul, k Faat dan k Zoel, kak Ijul, mr. Ancha yang selalu memberi dukungan, buat Mutiah yang mendesain undangan web, terima kasih lagunya sangat romantis. Buat Agus yang menjadi teladan, hehe... Buat kak Bustaman yang tiap hari kasih ucapan romantis #eh (pak dokter sangat romantis, beruntung yang jadi istrinya nanti, tiap pagi sarapan puisi), buat Ruslan dan Zoel yang sering memberi tips menghadapi malam-malam pengantin, buat Wawan yang sangat menyayangi saya, terima kasih Wan :-)).

Buat asaatidz dan santri Darul Istiqamah, saya berguru tentang agama dimulai dari bangku sekolahnya, semoga menjadi jariyah kelak.

Tak lupa pula buat kak Taqwa yang selama ini menjadi teman berbagi banyak pengalaman, setiap pelajaran dari obrolan panjang kita, saya catat apik sebagai pelajaran hidup, terima kasih atas kepercayaannya kepada saya, akan kujaga.

Juga buat kk bro yang rumahnya selama ini menjadi rumah kedua buat saya, disana saya menemukan ketenangan dan tempat berpikir yang jernih, layaknya keluarga kau adalah saudara. Terima kasih...

Terima kasih pula buat teman-teman jurnalis yang selalu membantu kerja saya sebagai humas fraksi, itu sangat berarti apalagi saat detik-detik menjelang hari H pernikahan saya, buat bang Opik, Fajar, Upik, Nasrun Nur, kanda Arief, Udienk, Awank, Ardi, Supyan, Aco, Diwan, Nasruddin dan masih banyak lagi... Sepertinya untuk sepekan saya cuti kirim rilis dulu yah :-)

Special buat adik ideologis saya, binaan saya, maaf jika belum bisa menjadi murabbi teladan, namun kalian adalah motivasi saya dalam menempa diri menjadi lebih baik.

Masih banyak nama yang saya mau tulis, seperti paotere travel crew atas dukungannya, buat mecen crew, Foskadi, dan FLP Sulsel.

Akhirnya... Saya mohon doanya, memang kehadiran kalian sangat berarti namun jikapun tidak sempat hadir mohon doanya saja, Semoga acaranya berjalan lancar, jika akad sudah terucap, semoga sakinah mawaddah wa rahmah dalam menjalaninya.

Begitupun selalu terselip doa kebaikan untuk kalian.

Jujur, belum pernah saya merasakan dumba-dumba sekencang ini. :-(

Tulisan ini akan bersejarah dalam hidup saya, jika Allah menakdirkan akad terucap sore ini, maka ini tulisan terakhirku sebagai lajang.

Comments

  1. Baarokallahulak...
    semoga dipermudah sebentar insyaAllah.. Aamiin...

    ReplyDelete

Post a Comment