Patung Pertama yang Disembah Manusia Bernama Wadd

Ilustrasi (www.4.bp.blogspot.com)
Berawal dari cinta berakhir dengan kemusyrikan, cinta yang berlebihan itu dimanfaatkan Iblis untuk memperdaya manusia, mulanya tampak seperti sesuatu yang agung namun berakhir dengan kehinaan.

Yah dari Adam sampai Nuh dilahirkan, semua manusia menganut ajaran tauhid, menurut Ibnu Abbas bahwa dari Adam sampai Nuh semua manusia memeluk Islam, hal itu membantah pernyataan ahli sejarah yang mengatakan Qabil dan keturunannya adalah penyembah api. Jarak antara Adam dan Nuh adalah sepuluh generasi, ada yang menghitung satu generasi itu setara dengan 100 tahun, namun Ibnu Jarir mengatakan bahwa Nuh lahir 116 tahun setelah Adam meninggal, para ahli sejarah mengatakan Nuh lahir 146 setelah Adam meninggal. Wallahu a'lam.

Idris mengemban dakwah agar manusia berpegang teguh pada ajaran Allah, Idris tidak menemui banyak masalah. Namun petaka itu datang di zaman cicitnya, Nuh.

Nuh adalah cicit Idris, nama lengkapnya Nuh bin Lamik bin Muttawsyalakh bin Khanukh (Idris) bin Yarid bin Mahylayil bin Qanin bin Anusy bin Syaits bin Adam.
......

Petaka itu bermula ketika beberapa keturunan Adam meninggal dunia, mereka adalah Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr, kelimanya adalah anak Adam, dan Wadd yang paling tua diantara mereka dan dialah yang paling berbakti.

Wadd adalah lelaki sholeh dan sangat disukai oleh kaumnya, dia dijadikan teladan. Ketika meninggal dunia, kaumnya berkabung teramat dalam, mereka meratap dan berdiam diri di sekitar pusara Wadd, maka kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Iblis yang menyamar jadi manusia untuk mengelabuhi orang-orang yang sedang tenggelam dalam duka yang dalam itu.

"Aku melihat kalian sangat sedih ditinggal Wadd, bagaimana kalau saya buatkan patungnya agar kalian bisa mengenangnya sepanjang waktu?" kata Iblis dalam penyamarannya.

Bagi mereka yang sedang dilanda rindu yang membabi buta langsung menyetujui usulan sang Iblis, maka diapun membuat patung Wadd. Patung yang mirip dengan aslinya, patung itu dipajang ditempat pertemuan mereka, setiap kali mereka rindu bisa diobati dengan menatap patung Wadd, memang mereka tidak menyembahnya hanya sebagai pelepas rindu.

Setelah itu, Iblis kembali menawarkan sebuah ide cemerlang.

"Bagaimana jika saya buatkan kalian patung yang ukurannya lebih kecil supaya kalian bisa membawa pulang ke rumah kalian?"  Iblis menawarkan. 

Ahha great idea, gayung bersambut. Dengan senang hati Iblis membuat patung berukuran kecil yang akan dipajang di rumah fans Wadd. Mereka memang tidak menyembahnya, sama sekali tidak! Aqidah mereka masih murni, namun sikap mereka terhadap patung Wadd yang terlalu berlebihan dan itu disaksikan anak cucu mereka. Walaupun belum berhasil membuatnya musyrik, tapi Iblis tetap bertepuk tangan, kegirangan.

Waktu terus berlalu, para fans Wadd telah meninggal dunia meninggalkan patung Wadd dimana-mana, generasinya berganti, anak-anak mengikuti kebiasaan moyangnya dalam memperlakukan patung - patung itu, dan disinilah Iblis kembali bermain, Iblis itu sabar dan gigih dalam bekerja, dia tidak mudah putus asa, punya beragam cara untuk menjebak manusia. 

Alhasil, patung Wadd yang awalnya hanya bertujuan untuk dikenang, kini disembah sebagai Tuhan. Saat itu pulalah Nuh diutus untuk menjadi Rasul, mengingatkan kaumnya untuk kembali kepada ajaran tauhid.

Ulama berbeda pendapat terkait usia Nuh saat diutus menjadi Rasul, ada yang mengatakan saat itu Nuh berusia 50 tahun, adapula yang mengatakan Nuh berusia 350 tahun, pendapat itu dikemukakan oleh Ibnu Jarir. Dan satu pendapat dari Ibnu Abbas bahwa Nuh berusia 480 tahun. Usia Nuh memang panjang seperti panjangnya perjuangan dakwah yang dia lakoni.

Bermula dari patung Wadd yang diagungkan karena kecintaan kepada orang sholeh, namun akhirnya disalah gunakan oleh generasi selanjutnya. Penyembahan berhala itu mengakar sampai Nuh pun mengadu kepada Tuhannya akan sulitnya mengembalikan mereka kepada ajaran Tauhid.

Berdakwah selama 950 tahun tidak membuat kaumnya sadar, patung Wadd tetap mereka Tuhankan sampai banjir besar itu datang menyapu bersih para penyembah berhala itu. Yah banjir besar yang pernah diwasiatkan Adam sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Wadd dan keempat saudaranya tidak salah, hanya kecintaan orang-orang kepadanya lah yang diperdaya Iblis. Maka ketika kau mencintai jadilah orang waras agar tidak bernasib sama seperti fans Wadd.

Comments