TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Detik-Detik Terakhir Nabi Adam

Lelaki itu berusia 1000 tahun saat ajal menghampirinya, di penghujung hidupnya dia berwasiat kepada anak-anaknya dengan mengajarkan ibadah apa saja yang ada pada waktu itu dan memberitahukan bahwa akan terjadi banjir besar. Adam juga mengungkapkan keinginannya untuk memakan buah dari syurga, maka dia meminta kepada anak-anaknya untuk mencari buah tersebut, maka anak-anaknya pun menyanggupinya.

Di tengah perjalanan, rombongan anak Adam berpapasan dengan malaikat yang membawa kain kafan dan kamper. Malaikat bertanya kepada anak-anak Adam tentang kemana mereka hendak pergi.

"Wahai anak Adam, kalian hendak kemana?" tanya para malaikat itu.
"Ayah kami sakit dan menginginkan buah-buahan syurga," jawab anak-anak Adam.
"Pulanglah, ayah kalian sudah hampir menemui ajalnya," pinta malaikat, maka anak-anak Adam pun pulang ke rumah menemui ayahnya.

Hawa yang melihat malaikat datang ke rumahnya langsung memeluk Adam dan menangis, Hawa tahu bahwa malaikat datang untuk mencabut nyawa suaminya, namun Adam berkata pelan untuk tidak menangisinya.

"Menjauhlah dariku karena aku ada sebelum kau ada, biarkan saja aku bersama para malaikat," pinta Adam, tak berselang lama para malaikat pun mencabut nyawa Adam, maka meninggallah manusia pertama itu.

Setelah mencabut nyawa Adam, malaikat lalu memandikan, mengkafani dan memberinya kamper, setelah itu malaikat menggali tanah dan membuat liang lahad, kemudian mensholati Adam lalu memasukkannya ke dalam liang kubur dan menutupinya dengan tanah. Malaikat kemudian berkata kepada anak Adam, "inilah syariat kalian".

Peristiwa detik-detik terakhir kematian Adam ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, sanadnya hingga Ubay bin Ka'ab dan termasuk hadits shahih.
........

Lalu dimana Adam dikuburkan? Ulama berbeda pendapat soal lokasi pemakaman Nabi Adam, riwayat yang paling masyhur mengatakan Adam dikuburkan di dekat sebuah gunung di India, tempat ia diturunkan dari syurga, adapula yang mengatakan bahwa sebelum banjir besar terjadi pada zaman Nabi Nuh, Nuh memindahkan jasad Adam dan Hawa dalam sebuah peti kemudian dimakamkan di Baitul Maqdis, adapula yang mengatakan Adam dikuburkan di gunung Abu Qubais, Mekkah, pendapat terakhir dari Ibnu Asakir bahwa kepala Adam berada di Mesjid Ibrahim, sedang kedua kakinya di Baitul Maqdis.

Adam meninggal pada hari Jumat, semua manusia berkabung pada waktu itu, gerhana matahari dan bulan terjadi selama tujuh hari tujuh malam.
.......
Lalu siapa penerus Nabi Adam? Anak kesayangan Adam, Habil meninggal karena dibunuh oleh Qabil, Adam sangat berduka, namun Allah mengganti Habil dengan kelahiran putra Adam yang bernama Syaits. "Aku memberi nama itu karena aku diberi pengganti Habil yang telah dibunuh Qabil," kata Hawa. Saat Syaits lahir saat itu Adam berusia 130 tahun.

Sebagai nenek moyang manusia, Adam dan Hawa tentunya mempunyai anak yang banyak, Imam Abu Ja'far bin Jarir menyebutkan dalam kitab at-tarikh bahwa Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kali persalinan, Hawa selalu melahirkan anak kembar. Adapula yang mengatakan Hawa melahirkan sebanyak 120 kali, yang sulung bernama Qabil dan saudarinya, Qalima, sedang yang bungsu bernama Abdul Mughist dan Ummul Mughist. Dan para ahli sejarah menyebutkan sebelum Adam meninggal dia sempat melihat 400.000 anak dan cucu-cucunya.

Setelah Adam meninggal, tugas keagamaan dipikul oleh Syaits, menurut nash Ibnu Hibban, Syaits ini adalah seorang Nabi, lima puluh lembaran wahyu diturunkan kepadanya.

Waktu terus berjalan, Syaits pun menemui ajalnya, maka digantikan oleh anaknya Anusy, lalu Qanin, selanjutnya Mahlayil, kemudian Yarid. Dan saat Yarid meninggal digantikan oleh anaknya Idris. Yah Nabi Idris.

Seperti yang dituturkan Ibnu Katsir mengutip salah satu sumber bahwa nasab seluruh keturunan Adam saat ini bermuara pada Syaits, anak-anak Adam selain Syaits punah dan lenyap. Wallahu a'lam.

Kisah ini inti sari dari kisah Adalam dalam kitab qishashul anbiya karya Ibnu Katsir. Semoga bermanfaat.

No comments: