TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Sepenggal Haru di Puncak Tertinggi Sulawesi


Kekuatan Tongkat Mbak Selfie

Mengikuti 2 ekspedisi, penaklukan puncak Bawakaraeng dan Latimojong menumbuhkan keyakinan dalam hati saya bahwa foto bisa menambah kekuatan. Teringat ekspedisi Bawakaraeng beberapa bulan sebelumnya, salah satu anggota akan bertambah semangatnya berkali lipat ketika mendapat jepretan kamera, apalagi kalau jepretannya disertai blits maka semangatnya juga melejit.

Pada ekspedisi Latimojong kali ini, salah seorang teman mendapat julukan Mbak Selfie karena dia membawa tongsis dan hobby nya selfie sepanjang perjalanan. Tongsis itu seperti nafas kehidupan buatnya, setiap kali kelelahan maka tongsis itulah penyemangatnya. Berjalan 5 meter di pendakian itu melelahkan, dan akan disembuhkan dengan sekali jepretan. :-) Ada efek negatif dan positif dari Mbak Selfie ini, positifnya kami mempunyai banyak foto di setiap tanjakan, negatifnya perjalanan terasa lebih lama.

Dengan beragam karakter anggota ekspedisi Latimojong ternyata kami punya 1 kesamaan, yaitu sama-sama gila foto. Apalagi di puncak, andaikan nafas bisa terekam kamera maka nafas pun akan kami foto karena ini adalah kesempatan langka! Amazing moment!

Gara-gara foto ini karakter asli semua anggota keluar dengan sendirinya, seperti Mas Gun, dulu dia lelaki dengan raut wajah datar miskin ekspresi, raut wajahnya akan sama saja ketika melihat tanjakan atau turunan terjal. Namun kali ini, dia adalah lelaki agresif dalam hal publikasi, wajahnya nampang dimana-mana dengan berbagai macam pose. Ceria, sumringah, bahagia!

Kenalan Baru Bernama Pacet
Sebenarnya, saya mengenal pacet dalam ekspedisi Bawakaraeng, namun saya tidak mengakrabkan diri karena pacet tidak tertarik mendekatiku waktu itu. Nah dalam ekspedisi Latimojong saya tiba-tiba sangat ingin berinteraksi langsung dengan pacet-pacet itu karena si ayah bilang, "Pacet adalah tanda sahnya pendakian, tidak sah jika pacet belum mengisap darah korbannya." Ujarnya dengan nada bercanda.

Sayapun berdoa agar ada pacet yang sudi mengisap darahku walau setetes. Hehe dan alhamdulillah ada empat pacet yang hinggap di lengan dan tangan, alhasil pacet-pacet itu mengisap darah bukan hanya setetes. pendakian ini sah!

Oh iya pacet adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea. Pacet ini sejenis lintah, Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga.

Lintah dibedakan dari pacet bukan berdasarkan taksonomi, tetapi lebih pada habitat kesukaannya. Lintah sehari-hari hidup di air, sedangkan pacet sehari-harinya melekat pada daun atau batang pohon.


Sepenggal Haru di Puncak Tertinggi Sulawesi

Kawan, ada haru menggunung ketika kaki kami menapak di puncak tertinggi Sulawesi ini. Beberapa teman mengekspresikan kebahagiaan dengan berbagai cara, ada yang melantunkan takbir adapula tersungkur dalam sujud. Tasbih, tahmid, takbir, tahlil menyatu.

Allah menciptakan gunung tinggi disertai dengan hutan lebat dan bebatuan yang kokoh, Allah juga memberi kita kekuatan untuk menjelajahinya.

Disini, di ketinggian 3478 Mdpl kami merasa sangat dekat denganMu, mentadabburi kekuasaanMu, semua ini milikMu, semua ini kuasaMu. Laa haulaa wa laa quwwata illaa billah! Lelah yang menggerogoti tubuh hilang ketika pertama menapak di puncak tertinggi ini.

Bersama Komunitas 10 Kilometer


Si ayah selalu menitip semangat agar tetap istiqamah dengan agenda lari 10 KM 3 kali sepekan. Saya sendiri sangat merasakan manfaatnya, alhamdulillah tidak cedera di bagian kaki dalam ekspedisi Latimojong. Nafas juga lebih tahan lama dan tidak cepat capek.

Dalam ekspedisi Latimojong, anggota disyaratkan bisa lari 10 KM nonstop, karena medan yang akan ditempuh sangat sulit. Pengalaman pada ekspedisi sebelumnya di Bawakaraeng, beberapa anggota cedera di bagian kaki sehingga harus dipapah saat perjalanan pulang.

kali ini, Perjalanan panjang dengan medan yang terjal bisa kami lalui tanpa ada yang cedera berat, semua bisa membawa bebannya masing-masing.

Rutinitas lari 10 KM akan tetap berjalan 3 kali sepekan, kata si ayah agenda utamanya yaitu lari 10 KM,naik gunung itu hanya selingan saja. Bagi yang mau bergabung, pintu terbuka lebar.

1 comment:

  1. firman00:46

    Bagaimana caranya gabung komunitas 10 KM kak?

    ReplyDelete