TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Untuk Sebuah Bangsa yang Bernama Indonesia

69 tahun berlalu saat rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, melepaskan diri dari belenggu penjajah yang menyengsarakan. 69 tahun bukanlah usia yang belia bagi sebuah negara, dalam perjalanannya Indonesia terus mencoba menjadi negara tangguh dalam menghadapi segala permasalahannya.

17 Agustus 1945 saat Soekarno lantang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang disambut gegap gempita di seluruh penjuru negeri. Indonesia menyatukan mereka yang dulu bercerai-berai. Awal-awal kemerdekaan, Indonesia mulai merangkak menuju ke arah yang lebih baik.

Indonesia saat ini menjadi negara berkembang dengan jumlah penduduk ke 4 terbesar di dunia setelah China, India dan Amerika. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 253,60 juta jiwa itu adalah sumber daya manusia yang besar, apalagi Indonesia dikenal dengan sumber daya alam yang melimpah.

Namun di usia ke 69 tidak semua rakyat Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Teriakan dan ratapan dari rakyat kecil menggema menyayat hati, mulai dari teriakan kelaparan hingga teriakan menuntut hak mereka yang belum terpenuhi. Kita belum sepenuhnya merdeka kawan!

Sumber daya alam kita masih dijarah oleh asing bahkan kontraknya diperpanjang, apakah di usia ke 69 Indonesia belum bisa dewasa untuk sekedar mandiri dalam pengelolaan sumber daya alam? Sehingga asing harus mengeruk kekayaan perut bumi kita? Yah! Memang tak semudah membalikkan telapak tangan.

Hukum di Indonesia juga berat sebelah, hukum akan bertaji ketika pelanggaran dilakukan oleh rakyat kecil tak berduit, namun hukum akan terbeli oleh orang yang punya kuasa dan uang. Kita sudah muak menyaksikan drama hukum di negeri ini.

Ah Indonesiaku kini, kau tampak ringkih di usiamu yang 69!

Namun apapun itu, Indonesia masih mempunyai harapan untuk menjadi negara besar yang bisa memberikan keadilan kepada rakyatnya, bisa mengayomi rakyat tanpa diskriminasi.

Yah untuk sebuah bangsa bernama Indonesia, harapan itu masih ada! Kita adalah anak kunci yang akan membuka pintu ketidakberdayaan negeri merah putih ini.

No comments: