TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Gelorakan Semangat Pemburu Syurga

Apa kabar ramadhanmu?

Waktu berjalan begitu cepat mengantarkan ramadhan menuju penghujung jalan, sedang kita masih terseok menambal iman yang compang camping, iman kita masih penuh luka-luka. Ramadhan terus berjalan, akan meninggalkan yang tertinggal dan akan membersamai mereka yang setia. 

17 hari ramadhan telah berlalu, namun masih ada shalat jama'ah yang tertinggal, masih ada sahur yang terlewat, dan masih ada dusta kecil yang tak terhindarkan, masih ada amarah yang tak tertahan, masih ada pandangan yang tak tertundukkan, masih ada syahwat duniawi yang melenakan. Ah! Ramadhanku kini...! Memang ramadhan tidak membuat kita jadi manusia tanpa cela dan dosa, namun ramadhan mengajari kita untuk mengendalikan diri dari godaan. 

17 ramadhan telah berlalu, kadang terasa nikmat tilawah al-quran tanpa kenal waktu, namun kadang terasa berat untuk mengeja ayat demi ayat, kadang kita berdiri di shaf paling depan bahkan sebelum azan berkumandang, namun kadang kita berada di shaf paling belakang bersama bocah-bocah dalam keadaan masbuk. 

17 ramadhan telah berlalu, kadang kita kuat berdiri dalam shalat malam lengkap dengan witirnya, kadang pula hanya bisa witir itupun dengan wajah bermuka bantal, bahkan pernah juga malam terlewat dengan dengkuran. Ah ramadhanku!

17 ramadhan telah berlalu, kadang dengan mudah tangan kita memasukkan uang ke dalam kotak amal, namun kadang pula tangan kita bagai terikat, dengan berbagai pertimbangan dunia, uang dengan tenang bermukim dalam dompet.

17 ramadhan telah berlalu, kadang bertemu saudara dengan wajah riang dan kata santun tak menyinggung. Namun mungkin pernah raut wajah dan ucapan melukai bak sebilah pedang yang menyayat.

17 ramadhan telah berlalu, kadang lisan tak henti menyebut dan hati selalu terpaut denganNya. Namun kadang lisan amat susah digerakkan dalam dzikir bagai memikul beban berat.
>>>

Ramadhan sebentar lagi akan meninggalkan kita, atau mungkin saja kita yang meninggalkan ramadhan. Kembali perbaharui niat, jika semangatmu meredup kembali nyalakan, jika semangatmu menurun kembali tinggikan. Bukankah dua bulan sebelumnya kita selalu berdoa penuh harap dan rindu dengan lafaz sederhana "Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baan, wa ballignaa ramadhan"

Kembali gelorakan semangat pemburu syurga, agar ramadhan lebih bermakna, semoga kita gapai taqwa!

>>>

Makassar, 18 ramadhan 1435 H
Bermuhasabah diri bersama ayah keren ditemani secangkir kopi kental.

No comments: