Ikhwan Baik Hati itu Masih Single


Saya pernah mengerjai seorang teman dengan mengganti namaku di HPnya dengan nama seorang perempuan yang ditaksir diam-diam oleh temanku itu, sebut saja nama perempuan itu Dahlia (samaran). Setelah merubah namaku jadi Dahlia, sayapun mulai mengerjainya dengan mengirimkan sms, saat itu jam sepuluh malam dan temanku sedang asyik bertengger di atas ranjang tingkat duanya sambil membaca al-quran, ketika ringtone HPnya berdenyit dia menghentikan bacaannya kemudian merogoh HPnya, karena kami satu kamar, saya bisa memperhatikan gerak-geriknya, sangat penasaran dengan ekspresinya, temanku ini terkenal sangat polos dan apa adanya.

Ketika dia membaca SMS itu nampak wajahnya yang biasa-biasa saja itu merona, jerawatnya seperti berlompatan karena kegirangan, namun bibirnya nampak bergetar, hanya saya yang menyadari perubahan ekspresi wajahnya karena teman-temanku yang lain sibuk membaca di ranjang masing-masing.
“Ada sms dari Dahlia, ini adalah SMS pertama, saya harus balas apa?” Tiba-tiba saja dia nyeletuk dengan suara bergetar, semua temanku yang fokus membaca melihat ke arahnya. Sedang saya menutup muka dengan bantal, kalau ketahuan mungkin saya akan diguling-guling seperti bola.

“Apa SMSnya?” Tanya seorang temanku dengan sumringah. Sebenarnya SMS yang kukirim itu biasa saja, hanya menanyakan kabar. “Assalamu’alaikum, apa kabar?”

“Saya harus jawab apa?” Tanya temanku tidak tenang, namun dari wajahnya dia nampak gembira. Ya Allah, ampuni dosaku….

“Bilang kalau kamu baik-baik saja dan tanya balik kabarnya.” Usul seorang lagi, untuk urusan beginian sepertinya memang lihai.

“Atau jawab, kamu sedang sakit supaya dia perhatian.” Usulku ternyata lebih licik. Dan semua mata menatap ke arahku.

Setelah kasak kusuk tidak jelas ternyata temanku tidak jadi membalas SMS itu karena grogi dan tidak punya pulsa, dan sayapun melakukan pengakuan dosa malam itu, temanku tidak marah dia hanya senyum polos.
>>>
Untuk urusan iseng ngerjain teman, saya memang ahlinya. Pernah juga seorang teman terus-terusan merengek minta nomor HP cewek untuk diajak kenalan, karena sudah jengkel dan ingin mengerjai maka saya kasih satu nomor HP seorang ustad terkenal, M.j.t.ba Mustafa, niatnya sih supaya dia kapok saja dan supaya dia mendapat siraman rohani agar tidak nakal lagi. Saat dia mendapat nomor HP itu dia menggunakan taktik seperti biasa dengan cara menelpon ke nomor itu untuk mendengar suara sang pemilik nomor kemudian dimatikan, kalau suaranya seorang perempuan maka dia lanjutkan dengan sms perkenalan dengan alasan salah sambung, Nah temanku ini ingin menggunakan taktik itu, namun sayang  sang ustad yang punya nomor tidak angkat telpon sepertinya beliau sedang isi kajian.

“Awie telponnya tidak diangkat, ada nomor lain?” Mukanya masih memelas namun dia masih mencoba menelpon nomor itu.

“Mungkin yang punya nomor lagi isi pengajian.” Kataku sambil menahan tawa.

“Siapa punya nomor itu?” Tanyanya kaget.

“Ustad M.j.t..a Mustafa” Saya ngenyir dan temanku ngacir, dia berteriak sekeras-kerasnya.

Setelah kejadian itu dia kapok minta nomor sama saya, dia juga mengganti nomor HPnya karena takut ditelpon balik oleh sang ustad.
>>> 
Hari ini temanku pada cerita pertama sedang milad, ternyata usianya baru menginjak usia 26 tahun. Ternyata dia lebih muda daripada yang kukira. Selamat milad yah, dari kejadian malam itu saya bisa menilai bahwa kamu orang lurus, mendapat SMS saja sudah bergetar hebat. Kau masih terjaga dari hubungan lawan jenis yang menjerumuskan dan itu hebat. ;-) cieh ikhwan yang terjaga…

Selamat milad semoga usiamu makin berkah dan selalu ceria menjalani hidup. Karena kamu baik hati dan masih single bin jomblo bin bujang bin lajang maka saya doakan kamu segera menemukan tulang rusukmu. Saat mengucapkan doa ini, saya membayangkan ribuan malaikat berkata padaku “doa yang sama untukmu mblo…”
>>>> 

Oh iya temanku pada cerita pertama sepertinya ingin mengerjai saya sebagai pembalasan dan itu terjadi tiga tahun setelah kejadian itu. Kisahnya nanti akan kuceritakan pada kalian betapa  ngerinya pembalasan itu. Haha

Oh iya nama ikhwan baik hati itu dirahasiakan yah… kalau ada yang mau ta’arufan silahkan inbox ke saya.

Comments

  1. Anonymous01:50

    ditunggu cerita pembalasannya...

    betewe yang dimaksud itu ustad terkenal itu ustad Mujetaba bukan? hahaha

    ReplyDelete
  2. Parah ente Wie parah... Haha

    ReplyDelete

Post a Comment