Gara-Gara Pilpres Nafsu Makan Hilang

Di sebuah warung kopi, terjadi obrolan dua orang yang sama-sama risau dengan kondisi negeri ini menjelang pemilihan presiden.

"Saya jengkel, saya muak, harusnya pemilihan presiden secepatnya diadakan jangan menunggu sebulan lagi! Terus terang nafsu makan saya jadi hilang gara-gara muak dengan berita pilpres!" Teman saya mengoceh menumpahkan kegelisahannya, wajah saya sedikit demi sedikit terkena percikan air yang keluar lembut dari mulutnya. Tapi tak apalah, toh sebentar bisa dicuci 7 kali dengan tanah. Hehe bercanda.

"Dulu saya pikir Jokowi adalah sosok sederhana dan membumi, tapi ternyata saya salah, mana ada kesederhaan yang dipublish berlebihan. Itu sih pencitraan! Prabowo juga kenapa harus naik kuda-kudaan, impor lagi." Dia masih saja berceloteh, saya dengan sabar mendengarkan omelannya hanya menimpali dengan senyum sembari menghirup secangkir kopi.

"Belum lagi para pendukung kedua kubu, saling serang dengan berbagai argumen, bahkan saling fitnah, itu sih masih mending, tapi media yang harusnya netral ikut-ikutan punya capres andalan. Dasar-dasar dan kode etik jurnalistik yang pernah saya pelajari hancur lebur. Saya stres awie! Stres!" Nada suaranya makin meninggi, kelihatannya dia sangat gemas sedang semburannya makin mengganas, saya lap wajah menggunakan tissu.

"Terus maumu apa?" Saya angkat bicara.

"Saya mau, presiden yang merakyat buat Indonesia tapi bukan pencitraan! Muak saya!" Jawabnya menggerutu.

"Calon nomor 2 katanya merakyat, naik bajay, sering blusukan." Ujarku memancing.

"Bukan itu ukurannya, masalah Indonesia tidak selesai dengan blusukan apalagi naik bajay. Itu seperti gula, manis terasa tapi kalau kebanyakan bisa diabetes." Ungkapnya dongkol.

"Hem kalau sebut kata manis jangan liat ke saya dong, jadi malu... Hehe" Candaku untuk melebur suasana, obrolan politik tak harus selalu tegang bukan?

"Uek"

"Kalau saya sih, pilih sesuai nuranimu, liat visi misinya itu yang utama, Indonesia mau dibawa kemana nantinya." Usulku, saya belum promosi capres pilihanku. "Jadi sekarang itu nafsu makan jangan hilang lagi, kalau muak dengan berita capres yah nda usah nonton. Tapi nanti 9 juli pilihannya satu! Hehe" Mulai kampanye.

"Asal kauji... Pastimi itu"

Perbanyak mendengar, sedikit berbicara. :-)

Comments