TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Cerita Tentang Regu Evi dan Dendeng Rusa

Cerita ini diakrabkan dengan dendeng rusa yang dibawa oleh Siti Rahmah sebagai bekal, dendeng rusa dengan rasa nano nano itu sangat nikmat disantap bersama lontong di saat perut keroncongan dan dingin yang membabi buta. Saya berpikir bahwa mengkonsumsi dendeng rusa akan menambah kekuatan untuk mendaki, mendaki dengan melompat-lompat sepertinya seru.

Kenapa group 2 disebut sebagai group Evi? Padahal diantara kami tidak ada yang bernama Evi, nama saya Awie, teman saya yang sedikit ganteng namanya Agus, Wawan dan Asrul. Sedang yang berjilbab ada 4 orang dan tidak satupun bernama Evi, diantaranya Rahmah, Asni, Tuti dan Iffah. Entahlah, tapi nama Evi selalu disebut dan dicari oleh ketua regu 2, pak Tiar. Siapakah itu Evi? Hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Regu 2 ini regu paling kalem dan santun, di saat regu lain sibuk teriak-teriak dengan yel yel hasil racikan sendiri, regu 2 lebih memilih diam karena banyak berbicara akan menguras energi, perjalanan masih sangat panjang. Sekalian regu 2 menyimpan energi untuk menolong teman jika ada yang butuh pertolongan termasuk menolong regu yang lain. Yah memang regu 2 itu penuh kasih sayang. Betewe regu yang punya yel-yel kemarin sebenarnya menyiksa telingaku, suaramu itu loh apalagi beradu dengan dinginnya hutan dan tanjakan yang terjal. Muhammadarrasulullah…

Namanya Wawan sebelum terkena migrain
Perjalanan ini mengenalkan saya dengan orang-orang baru dan mengakrabkan dengan sahabat-sahabat lama. Saya baru tahu kalau seorang Wawan Karuniawan sering terkena migrain ketika berada di tempat dingin, dan ketika migrain pipi dan hidungnya akan merah seperti habis menggunakan pemerah pipi, yang saya tahu selama ini hanya dia akan menjadi cengeng ketika berada di tempat dingin.
Hasrul, berdiri di tepi jurang, percayalah ekspresi wajahnya datar

Sedang Hasrul, setelah saya perhatikan dia memang suka difoto namun ekspresi wajahnya tidak pernah berubah, gaya dan posisi boleh berganti tapi pantang bagi raut wajahnya.
Agus, baik hati dan rajin menabung

Juga Agus, saya baru tahu kalau dia adalah ketua wilayah salah satu organisasi besar di Sulsel dan saya tidak percaya itu. Dan yang paling menohok adalah ketua regu, pak Tiar yang ternyata tidak bisa menghapal nama-nama orang. Dia selalu kesulitan dalam menyebut nama orang. Makanya saat kami mendapat transferan orang cedera dari regu 4, kalau tidak salah namanya Lispi dan Ima, supaya tidak bingung pak Tiar memanggilnya dengan Lisma, satu nama untuk dua orang.
cieh kak tiar


Sedang orang-orang baru yang kukenal diantaranya Asni yang gila fotonya minta ampun, hampir di setiap tikungan minta dijepret. Dia tidak mau melewatkan satu moment, andaikan nafas bisa dijepret pasti akan dijepret. Juga mbak Tuti, anggota paling pendiam, dia sangat hemat dalam berbicara mungkin takut tagihan akhir bulan melonjak. Hehe… yang satu namanya Iffah, anggota paling muda. Waktu mendaki dia akrab dengan webing, makanya disebut gadis berwebing  merah. Nah yang terakhir namanya Siti Rahmah, anggota yang paling aktif seperti mau terbang kemana-mana, di group 2 dia yang paling ribut. Hihi
coba tebak siapa?

Regu 2 juga menjadi regu emergency semua anggota rombangan yang cedera akan ditransfer ke kelompok 2, dan yang paling tega adalah regu 4 karena dia transfer anggotanya 70 persen ke regu 2. Tapi karena kami baik hati dan selalu melayani maka kami terima dengan tangan terbuka. Hehe

Yang saya ingat dari anggota transferan diantaranya Acha, lelaki bertongkat karena lututnya cedera, kalau saya ikhwan ngesot. Juga Ibu Tati yang katanya selama ada air minum dia akan kuat hingga tujuan, atau Icha yang juga menjadi pengguna tongkat, termasuk Lispi dan Ima dan masih ada beberapa yang saya lupa namanya.

Oh iya, sepertinya efek daging rusa tidak membuat saya melompat-lompat buktinya saya ngesot di jalur penurunan.

Yang jelasnya kita sudah pernah menyaksikan kekuasaan Allah yang luar biasa dari ketinggian 2830 meter di atas permukaan laut. Dan kita merasakan bagaimana susahnya mencapai tujuan. Tetap semangat!

4 comments:

  1. Wah, keren...lucu jg.
    Tapi, saya nda setuju kalo dibilang "dan yang paling tega adalah regu 4 karena dia transfer anggotanya 70 persen ke regu 2"... Yg maju ke depan cuma ka' Ria... Ka' Ancha tetap berada di depan saya, Ka' Lispi dan Ka' Ima tetap di belakang. Sedangkan ka' Tati itu kelompok 3 bukan 4...
    Jadi presentasix nda sampai 70 %. Sekedar info: REgu 4 itu yg paling kuat... :D

    ReplyDelete
  2. hahahaaa.... keren2 (y)

    ReplyDelete
  3. inairsak03:05

    bagaimn pendapat ta kak, tentang akhwat yang naik gunung tanpa mahram?

    ReplyDelete
  4. Seperti akhwat kuliah jauh dari orang tua atau ngekost tanpa mahram... Naik gunung memang terlihat medannya ekstrim, tapi jika walinya mengizinkan dan merasa aman saya kira sah-sah saja. Dan juga dalam perjalanan tidak bermaksiat.

    ReplyDelete