TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Saat itu Kau Hanya Butuh Bersabar

Suatu hari teman pernah bercerita tentang pengalaman "sial" dan memalukan yang dialaminya. Dia terjebak macet di salah satu ruas jalan di Makassar, macetnya tergolong parah sehingga membuat mereka jalan seperti antrian semut, apalagi matahari menyengat membuat emosi seperti disulut. Seperti biasa, disaat macet ego para pengendara mulai bermunculan, tidak mau kalah, klakson dan teriakan-teriakan mulai terdengar mengaduk-ngaduk gendang pendengaran. Ah!

Mencari jalan tikus adalah salah satu cara yang sering dilakukan oleh pengendara ketika terjebak macet, menghubungkan satu lorong ke lorong yang lain untuk menuju jalan besar. Temanku melihat di sebelah kirinya ada lorong kecil, dilihatnya dua pengendara sepeda motor masuk di lorong tersebut, maka temanku pun memutuskan untuk ikut serta, dia mengikuti dua pengendara di depannya, berharap bahwa lorong kecil ini akan menghindarkan dari macet menuju tempat yang dituju.

Di belakang temanku, ikut pula banyak pengendara lain, mungkin harapan mereka sama. Walaupun lorong kecil tapi tidak macet daripada antri di jalan besar dengan kemacetan yang parah, mungkin begitu dalam pikiran mereka. Belok kiri, belok kanan, menghubungkan lorang satu dengan yang lainnya, mereka mengikuti dua pengendara di depan sebagai pemandu.

Dua pengendara di depan temanku berhenti, di ujung lorong terdapat tembok, ternyata lorong buntu. Kedua pengendara itu turun dari motornya, menurunkan barang-barangnya, kemudian masuk ke salah satu rumah yang terduga rumahnya atau mungkin rumah tujuannya. Ternyata temanku dan pengendara lain salah mengikuti orang. Mereka terpaksa balik arah, ketika kembali ke jalan utama, kemacetan sudah terurai.

»»»

Yah seperti kehidupan kita, anggap masalah yang kita hadapi adalah kemacetan, itu adalah siklus kehidupan. Kadang kita hanya perlu bersabar untuk tetap berada dalam antrian macet, mengikuti dinamikanya daripada mengambil jalan pintas yang tidak kita tahu rutenya. 

Kalaupun sudah terlanjur mengambil jalan pintas yang berujung buntu, ketika suatu saat melewati jalan yang sama dengan kondisi yang sama, jangan kembali mengambil keputusan melewati jalan pintas itu lagi. Karena seorang muslim tidak akan jatuh dua kali pada lubang yang sama.

2 comments:

  1. Inspiring ade' bro...mantap ringin tapi berisi... I lov yu.. Hahaha

    ReplyDelete
  2. Anonymous06:21

    Sangat suka dengan tulisan ini. Inspiring di pagi hari... Makasih k' Awie

    ReplyDelete