TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Kabar Duka Kota Daeng

Kawan mendekatlah, saya ingin bercerita tentang duka yang terukir di kota Daeng. Sungguh sangat menyedihkan! Ada dua duka yang menikam kita pada waktu yang sama.

Ah tentu kau sudah tahu bahwa pemimpin kita mendapat kado yang tidak disangka-sangka di akhir jabatannya, dia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Tentu ini petaka bukan? Namun setiap orang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, apapun itu! 

Saya tidak suka dan tidak mau berkomentar panjang lebar tentang kasus itu, karena saya tidak percaya lagi masih ada hukum yang ditegakkan dengan murni, semua serba settingan. Namun yang bersalah tetaplah bersalah bukan? Terlepas prosesnya murni atau pesanan. Yang jelas saya juga tidak akan memuji dan membela orang yang bersalah. Korupsi adalah perbuatan bejat. Saya tidak akan membungkus kasus itu dengan memperlihatkan prestasi-prestasinya, itu adalah dua hal yang berbeda.

Kabar duka lainnya berasal dari jeritan-jeritan saudara kita yang sedang tertimpa musibah, si jago merah melahap habis harta mereka. Hari ini, mereka berdiri kaku beruai air mata di atas puing-puing bangunan, aduhai! Siapakah yang tega melakukan ini? Apakah ini murni ataukah juga pesanan? 
Entahlah, saya rada tidak percaya ada kebakaran pasar yang murni. Itu menurutku, bagaimana menurutmu kawan? Berkacalah pada kejadian-kejadian yang sama. 

Sore ini saya menyempatkan diri untuk melihat kondisinya, sungguh menyesakkan! asap masih mengepul sedang puing-puing berserakan, mungkin seperti perasaan orang-orang yang melihatnya, hancur lebur. Beberapa orang membersihkan puing-puing itu sambil sesekali membasuh keringat di wajahnya yang menyatu dengan air mata. Mereka masih berharap bisa membangun kembali harapannya di atas puing-puing itu.

Sini mendekatlah, saya masih ingin bercerita tentang duka-duka ini. Disini, duka ini tak menjadi duka bersama, masih ada orang yang mengeruk keuntungan, lihatlah di sudut sana, para perempuan berebut mencari sisa pakaian yang masih utuh dan tentunya itu bukan miliknya, mereka tergelak di atas puing-puing itu. Atau disudut sana, seorang lelaki yang kedapatan hendak memasukkan barang orang ke dalam karung. Rabbi, sedih melihat keadaan seperti ini, tidak orang besar ataupun kecil, moral sudah tergadaikan.

Seperti mereka yang tetap membangun harapan di atas puing-puing bangunan itu kita belajar bahwa harapan itu tidak boleh hilang, berusaha dan berdoa adalah kuncinya.

Rabbi, berikan kami kota yang aman dan berkah bagi penghuninya, berikan kami pemimpin yang mencintaiMu, mencintai RasulMu dan mencintai rakyatnya.

1 comment: