Pertanyaan Menohok dan Menggalaukan

"Kapan menikah?" adalah pertanyaan yang paling menohok dan menggalaukan sepanjang dua tahun terakhir ini. Dalam sehari pertanyaan itu datang lebih dari lima kali, mengalahkan jumlah shalat fardu bahkan jumlah rakaat shalat tahajjud. Pertanyaan itu datang dari orang berbeda, setiap kali bertemu ada saja yang menanyakan, saya sudah kenyang dengan pertanyaan itu. Ada yang bertanya dengan nada bercanda, basa basi, serius bahkan ada pula yang sedikit memaksa. Tak hanya di dunia nyata, di dunia maya pertanyaan itu juga ramai menghujam, untung saja pertanyaan itu tidak datang dari dunia lain.

Ah saya masih setia sebagai punggung tanpa rusuk, dan saya masih enjoy menjalaninya. setidaknya memang puasa dan doa harus terus ditingkatkan, menjaga diri dari perbuatan maksiat masa lajang tetap harus dikuatkan. Tidak ada yang bisa menjamin diri terbebas dari godaan masa lajang. 

Ah jodoh! Kata yang akhir-akhir ini sangat mengusik, siapakah gerangan yang akan menjadi teman penyempurna separuh agama ini? Kata sang guru, bahwa jodoh bukan masalah persaingan ketampanan,dana dan pekerjaan, tapi ia adalah kesesuaian jiwa. Lebih lanjut pembimbingku itu menasehati bahwa semakin kau mau menikah, Syaithan juga semakin gencar menghalangi. Ah tuh kan lagi-lagi galau.

Saya kadang menghindari beberapa orang karena setiap kali bertemu pasti menanyakan hal itu, sepertinya mereka penghulu yang siap menikahkan orang kapanpun dan dimanapun. Ya Allah, Engkau tahu kapan dan dimana diri ini akan mengucap akad, entah tahun ini ataukah tahun depan...





Comments