Cerita Cinta dari Butta Toa

Maria: Kamu percaya pada jodoh, Fahri?"

Fahri: "Ya, setiap orang memiliki…."

Maria: "... jodohnya masing-masing. Itu yang sering kamu bilang, Aku rasa sungai Nil dan Mesir itu jodoh, senang ya kalau kita bisa bertemu dengan jodoh yang diberikan Tuhan dari langit"

Fahri: "Bukan dari langit, Maria, tapi dari hati, dekat sekali"

Percakapan Fahri dan Maria di film ayat-ayat cinta yang membuat banyak hati klepek-klepek. Namun kisah yang akan saya sajikan saat ini jauh dari hiruk piruk Mesir, kisah ini asli dari Butta Toa, tidak ada sungai Nil dan seribu menara, yang ada hanya pantai seruni, gunung loka beserta buah cinta yang berupa strawberry.

Namun tanpa Sungai Nil cinta akan tetap indah di hati orang yang menjalaninya bukan? 

»»»»

"Saya makin jatuh cinta pada suamiku!" Ungkap wanita itu saat kami makan malam di sebuah warung, lalu lalang suara kendaraan dan aroma khas ikan lele goreng membuat cerita itu makin hidup.

Saya hanya tersenyum menanggapi perkataannya, namun saya ingin tahu penyebab cintanya berkembang dari hari ke hari. Diapun kembali melanjutkan ceritanya sambil tetap melahap nasi putih yang masih mengepulkan asap, ikan lele dan sambel tomat campur cemangi.

»»»

Lelaki itu ganteng dengan postur tubuh ideal, banyak wanita yang belomba menjadi pacarnya, parahnya lelaki ini juga playboy! Lengkap sudah! Kostnya selalu kebanjiran makanan yang dibawa oleh perempuan-perempuan yang melakukan PDKT, tak hanya makanan, perabotan dan pakaian pun di dapatkan lelaki itu dengan mudah.

Comments

  1. Apa ini. Ceritanya ngegantung -_-
    Koreksi ya, Cemangi kayaknya Kemangi deh :D

    ReplyDelete
  2. hahahha pake bahasa di sinjai cemangi namana deh. haha

    ReplyDelete

Post a Comment