TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Jomblo Limited Edition


Part I

Seperti biasa, jika jomblo ketemu jomblo maka tema pembicaraannya tidak jauh dari masalah jodoh. Hari ini saya ngobrol lewat BBM dengan senior yang juga masih jomblo, membicaran tentang strategi masa depan. Mulai dari karakteristik orang bugis sampai masalah uang panaik.

Saya sedikit bercerita tentang seniorku ini, sebut saja namanya Mustafa (Samaran), umurnya sebentar lagi berkepala tiga namun belum juga menemukan tulang rusuknya. Seniorku ini punya wajah yang rupawan, andaikan ikut casting pasti lolos apalagi dia pintar akting ala telenovela. Drama kesukaannya "Ular Putih" dan "Pendekar Rajawali" yang booming di era 90 an.

Sampai saat ini dia masih memilih jomblo, Setahu saya sudah beraneka ragam bunga mejeng di gerbang matanya, tetapi belum ada yang bisa tumbuh di istana hatinya. Sederhana saja, belum ada sosok yang menggetarkan jiwanya.

Walaupun umurnya sudah hampir berkepala tiga tapi tak usah menyebutnya dengan jomblo jatuh tempo ala Mario Teguh. Kita sebut saja dengan jomblo limited edition. Jomblo sepertinya susah ditemukan. Ganteng, sholeh, ikut ODOJ (groupnya dirahasiakan), liqo (murabbinya dirahasiakan, saya juga tidak tau), bebas polusi hubungan lawan jenis & sesama jenis, mapan, kaya dan romantis. Masalah romantis saya akui loh, saya biasa dihadiahi cokelat. Hahaha. Romantis tidak diukur dari sebatang cokelat yang dia beri tapi dari seperangkat alat sholat dibayar tunai karena Allah ta'ala. :-)

Nah pembahasan kami hari ini tentang uang panaik dan adat istiadat bugis Sinjai. Berikut sedikit kutipan obrolan kami, setelah melalui editing tanpa mengurangi makna.

Mustafa : orang Sinjai itu bagaimana Awie?

Saya : manis dan manja

Mustafa : tinggi juga panaiknya di'?

Saya : tinggi iyya, kualitasnya bagus memang.

Mustafa : ribet juga adatnya?

Saya : disana ada dua kubu, kalau kubu yang memegang teguh adat ribet sekali. Nah kubu yang tidak terlalu pusing ji sama adat, biasanya ini dari kalangan pengikut pesantren, itu tidak ribetji masalah adat. Bahkan islami sekali. Dan biasanya kubu kedua ini panaiknya bisa nego, panaik bisa nego tapi kualitasnya tetap bagus nah.

Mustafa : ada juga "andi" disana di'?

Saya : banyak

Mustafa : sinjai bugis atau Makassar?

Saya : Bugis dong, tapi memang Sinjai itu bugisnya beda. Walaupun tetangga dengan Bone tapi Sinjai tetap berpegang teguh tidak terpengaruh logat bone, Sinjai tetap dengan ciri khasnya, dengan tambahan "lo" di akhir kalimatnya.

Mustafa : owwww


Saya : kenapakah? Lagi proseski sama orang Sinjai? Bungkusmi, nda bakal menyesal itu kalau sama orang Sinjaiki'. :-))

Mustafa : azanmi, jum'atan deh.

Obrolan kami terpotong karena masuk waktu shalat Jum'at, saya belum memperjelas apakah si Jomblo limited edition lagi proses dengan orang Sinjai atau bagaimana. Nantikan kisah selanjutnya..

6 comments:

  1. Yuni17:40

    hahaha siapami itu kk? kasi kenalka'

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah janganmi kau deh, saya mau carikan orang sinjai saja

      Delete
  2. azizah17:44

    cop.... adaji lesung pipinya k'?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mauko apai lesung pipi kah?

      Delete
  3. Anonymous17:57

    saya orang Sinjai.... masih jomblo juga... bisa dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau seriuski jangan pake anonim.... pake nama plus cantumkan nama murabbiyahta'

      Delete