Akad yang Menggetarkan

Menjelang usia 25 tahun tentunya saya sudah sering menyaksikan akad nikah secara live, walaupun belum menjadi pelaku akad tetapi saya bisa merasakan betapa dahsyatnya akad nikah itu, lafadz yang bisa merubah status dalam seketika. Beragam ekspresi mempelai laki-laki saat mengucapkan akad, ada yang berkeringat dingin, gemetaran melafazkan akad terbata-bata, sampai harus mengulang akad berkali-kali sebelum mendapat kata sah dari wali, penghulu dan saksi. Tapi ada juga mempelai yang lancar mengucapkan akad tanpa tersandung gagap. Itu sudah sering saya saksikan.

Namun untuk pertama kalinya saya menyaksikan mempelai terisak dalam prosesi akad, terdengar mengiris qalbu. Saya kira adegan seperti itu hanya ada dalam novel-novel islami, tapi ternyata ada di dunia nyata. Itu terjadi pada akad nikah sahabat saya, Zulkifli Syukri. Menyaksikan prosesi sakral itu membuat saya terharu, maklum memang saya lelaki yang berhati lembut. Ueeek! Bukan hanya saya, tetapi sahabat yang duduk disampimg saya juga menitikkan air mata. Mungkin karena jiwa jomblo kami yang melow lagi terusik isak tangis Zoel.

"Janganko nangis, menangiska' juga itu." Kata teman yang duduk di sebelah saya, sebut saja namanya Udin. Mendengar suaranya, saya menoleh dan mendapati air bening menitik dari mata dan hidungnya.

"Menangismi saja deh." Responku terharu. Hiks hiks, ternyata hatinya lebih lembut dari hatiku. Kami menitikkan air mata sedang di dalam sana Zoel masih tergagap mengucap akad sampai tiga kali.

Setelah akad sah, wajah Zoel nampak berseri-seri. Dengan langkah pelan dia menemui istrinya dalam kamar untuk memberikan mahar.  Ibu-ibu langsung berteriak histeris, teriak menggoda, mungkin mereka membayangkan saat-saat indah saat menikah.

Menangis adalah hal biasa bagi Zoel, walau dia kelihatan sangar dan berkulit tidak putih tetapi hatinya hello kitty. kami sering melewati hari-hari dengan menangis bersama, seperti halnya ketika kami nonton drama korea yang melow. Andaikan itu bukan prosesi akad nikah, maka saya akan berteriak bahwa air mata Zoel adalah air mata buaya.

Air mata Zoel memang "murahan", air matanya sudah terkenal dikalangan teman-temannya, dia juga pernah mengobral air mata dan isak tangisnya di depan umum, saat itu air mata dan isaknya cukup syahdu karena diiringi desir ombak dan desau angin malam di pantai Suppa.

Mau air mata apapun tapi setidaknya Zoel berhasil membuat meleleh para hadirin, dan tentunya calon istrinya sangat tersanjung dengan isak tangis lelaki yang hafal 30 juz itu. Dan saya yakin air mata Zoel waktu itu murni dari lubuk hatinya yang terdalam, karena dia sangat memahami konsekuensi dari akad yang dia ucapkan. Ini adalah akad nikah yang menggetarkan.

Untuk istrinya Zoel, jaga Zoel baik-baik karena dia adalah orang baik, dia tidak makan sabun dan tidak suka main pasir.

Comments

  1. azizah15:19

    Terharuku, kapan saya dibikinkan tulisan?

    ReplyDelete
  2. Anonymous17:01

    Iiiiii gang, kerennya... Terharuku, kak itu temanta' yang keluar air dari hidungnya maksudnya ingus?

    ReplyDelete
  3. Anonymous19:48

    Wi..
    Zul itu, baru sekali menangis... yang lain itu kalo na tutup mukanya, air liurnyaji na kasi bunyi... mau seterharu apapun... pasti nda menangis... menangis betulannya itu waktu..........

    ReplyDelete
  4. Agus14:08

    Kerennya k'... Saya juga mau dibuatkan tulisan

    ReplyDelete

Post a Comment