TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Haeundae, Tsunami Korea

Director : Je-gyun Yun
Writter : Je-gyun Yun
Gendre : Drama
Cast : Sol Kyung-Gu
Ha Ji-Won
Park Joong-Hoon
Eom Jeong-Hwa
Lee Min-Gi
Runtime : 120 min | 129 min [Director's cut] | 103 min [International Version]
Country : South Korea
Language : Korea
Haeundae salah satu pantai terbesar di Asia, terletak di Korea Selatan. Itulah yang menjadi setting dalam film ini. Dengan mengangkat tema Tsunami. Korea adalah negara yang jarang sekali terkena gempa. Dalam film yang berdurasi 120 menit ini banyak mengangkat konflik pemainnya. Ini menjadi satu kekurangan karena penonton dibawa dalam konflik yang beragam, namun itu juga yang menjadi keunggulannya karena semua ending nya menguras emosi penonton.

Bermula dari peristiwa tsunami 2004 lalu yang memakan banyak korban di Asia, khususnya Indonesia. Ayah dari Yoen-hee beserta rombongan terperangkap dalam arus tsunami di samudera hindia dekat Sumatera. Dalam kejadian itu ayah Yoen-hee meninggal karena kesalahan Man-sik.

Eajok salah satu tokoh di Haeundae akan membangun Mipo Golden Beach di Haundae, tentunya itu akan mengorbankan warga yang telah lama tinggal disitu. Eajok menjadi orang yang tidak disukai oleh warga. Termasuk oleh keponakannya sendiri, Maan-sik.

Konflik selanjutnya adalah kisah cinta Hyung-sik dan Hi-mi yang dipenuhi dengan peristiwa lucu, namun kehadiran Jonha yang mengaku sebagai tunangan Hi-mi merusak segalanya.
Yoen-hee dilamar oleh Man-sik, namun ketika Yoen-hee ingin menerima lamarannya, dia tiba-tiba diberitahu tentang penyebab kematian ayahnya. Bagaimana keputusan Yoen-he?

Film yang sangat mengharu biru ini mengajari kita tentang tanggung jawab dalam bertugas. Itu dibuktikan Hyungsik yang bekerja sebagai tim penyelamat. Ketika terjadi tsunami dia harus menyelamatkan Hi-mi dan Jonha yang terapung di tengah laut. Apakah Hyungsik akan menyelamatkan Jonha yang telah memukulinya?

No comments: