Selamat Jalan Guru Terbaik Kami

Mendung menggelayuti perasaan saat membaca sms berita duka dari seorang kawan. Dalam SMS itu jelas diberitakan, guru terbaik kami semasa masa putih abu-abu telah berpulang ke rahmatullah. Ustad As'ad telah usai menjalankan amanahnya sebagai manusia, dia telah berpulang dengan tenang.

Ingatanku kembali bergerilya kembali ke masa delapan tahun yang lalu. Tiap hari rabu dan ahad, seorang lelaki tua dengan kacamatanya selalu setia menanti kami di mesjid tempat kami belajar. Beliau selalu datang lebih awal daripada santrinya, beliau menunggu kami sembari shalat dhuha. Ah! Guru terbaik itu telah pergi, suaranya masih teringat jelas ketika beliau membaca terjemahan tafsir jalalain dan kami mencatatnya dalam posisi tengkurap.


Beliau adalah guru yang tidak pernah marah dan tidak pernah bermasalah dengan santrinya. Dan itulah yang membuat kami segan dan sangat menghormatinya, walaupun kami masih tetap saja selalu terlambat dalam mata pelajarannya.


Sekitar 2 minggu yang lalu, beliau dirawat di rumah sakit. Beberapa kali berniat untuk menjenguknya tetapi selalu terkendala waktu dan kesibukan. Pernah, saya sudah di depan rumah sakit Faisal tempat beliau dirawat, namun saya tidak jadi masuk karena teman yang tadinya menunggu ternyata sudah balik, saya melirik jam di HP ternyata sudah pukul 00:30 dini hari. Sekitar tiga kali gagal menjenguk beliau karena agenda yang sangat padat, keluar pagi-pagi pulang larut malam.


Dan hari ini, perasaan bersalah itu meliuk-liuk dan kata "andai" mulai berdatangan. "Andai saja malam itu saya tetap masuk menjenguk beliau walau sudah larut malam." Andai saja, andai saja dan andai-andai lainnya.


Dan yang menyakitkan adalah saya pun tidak mendapatkan kesempatan untuk melihat jasad beliau untuk terakhir kalinya, hari itu kami ada agenda ke pulau dan sampai jam 2 siang kami baru menginjakkan kaki di daratan Makassar.


Allah dalam doa-doaku akan selalu ada namanya, guru terbaikku, guru kehidupan.

Comments

  1. moga kebaikan beliau slama di dunia di terimah di sisi Allah Azza Wajalla dan bigitu pula kesalhan & dosa-dosa bliau d ampuni dan di masukkan di jannatul firdausnya.. ALLAHUMMA AMIEEEN...

    ReplyDelete

Post a Comment