TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Ketika Dompet Zoel Bergetar

saya mau bercerita tentang sahabat saya yang sangat unik dan baik hati. Katanya dompetnya selalu bergetar ketika mendengar suara saya bahkan ketika mendengar namaku disebut orang. Siapakah dia? Saya biasa memanggilnya Zul, perawakannya yang tinggi sedang dan kurus, kulitnya juga kurang putih plus rambut yang dibelah dua paksa dan wajahnya selalu tersenyum menjadi ciri fisik yang khas. Dia tidak bau badan loh, dermawan dan rajin menabung.

Saya mengenal Zul 6 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2006. Sudah lama yah, saat itu kami belum baligh. hehe… Belum ada jenggot yang menggantung di dagu kami, masih asli semua. kwkwkw. Saat itu malam mulai merangkak menyelimuti bumi. Lampu kamar sudah dimatikan dan rasa rindu akan kampung halaman mulai menusuk-nusuk, maka saya berniat melampiaskannya dengan bernyanyi, satu buah lagu Malaysia mulai mengalun dari bibirku yang mungil, hahha! Saya masih ingat lagu itu, sangat ingat karena ini adalah sepenggal episode perkenalanku dengan Zul. Lagunya New Boys “Hiasan di Laman Rindu”.  Saat itu saya ditemani seorang artis yang bernama Ullang, orang yang paling heboh. Kalau ada Ullang pasti cetar membahana dimana-mana. Dipertengahan lagu, di antara gelapnya kamar, tiba-tiba ada sosok hitam yang merangkak ke arahku, lebih tepatnya ngesot ke arahku. Maka saya menghentikan lagu dan membuka mata lebar-lebar, yah kata orang mataku sipit jadi kalau tidak dibuka lebar-lebar gak terlalu jelas. Sosok itu berhenti tepat di depanku, siapa yah? sepertinya sosok itu sedang tersenyum karena nampak benda yang agak putih berjejer rapi, sepertinya itu giginya.

“Suka lagu Malaysia juga akhy?” Katanya mengawali pembicaraan. Untuk kali pertama Zul memanggilku akhy. Terharu!
 
Dan kamipun akrab mulai malam itu, 1 album lagu Malaysia kami lahap habis. Dan keakraban berlanjut sampai sekarang. si Zul ini orangnya sangat baik, tidak bisa mengatakan “Tidak” ke orang lain, dan itu bisa menjadi malapetaka baginya. Diantara banyak kenangan yang kuingat, Zul ada diantara teman-teman yang berebutan kue dari ustad Makmur, Zul juga ada ketika berebutan biji nangka rebus, bahkan Zul hadir ketika mudir marah-marah saat main bola di hari kuliah, Zul juga nongol waktu saya belajar menendang bola yang baik di lapangan Unhas, dan moment yang paling kusuka diantara semua moment adalah, Zul selalu ada ketika saya lapar.

Huam! Masalah dompet bergetar, memang antara saya dan Zul sayalah yang menjadi raja, dia selalu takluk di bawah perintahku. Ketika dari ngisi majelis taklim atau mengaji di suatu acara, Zul harus melaporkan isi amplopnya. Dan ketika dia pulang kampung harus ada udang buatan umminya yang harus disetor ke saya.

“Wie, tadi saya dari isi majelis taklim, dddeeeh ada amplopnya nah, nda tau siapa bisa kutraktir.” Zul menelpon beberapa hari yang lalu, mendengar isi amplop, air liur saya langsung menetes. hahaha.

Pantas saja dompetnya selalu bergetar ketika dekat-dekat dengan saya. Bahkan dari radius ratusan kilometer dompetnya masih bergetar ketika saya menelpon dan dia seperti orang dihipnotis, dia akan berjalan ke arah ATM dan menekan kode bank dan nomor rekeningku, kemudian nominal yang akan ditransfer. Sebenarnya saya tidak pernah minta apa-apa, hanya pengertian saja. hahha peace!

Saya sengaja menjajah keuangan Zul, karena setahu saya Zul sangat menikmati kalau dompetnya bergetar karena saya. Bahkan dia sering menelpon untuk dijemput di Tello, di perwakilan bus walaupun saat itu dia masih berada di kamarnya di Sorowako.

“Awie, jemputka’ dulueh…” Selalu begitu.

Otak lagi mumet jadi dilampiaskan lewat tulisan. Entah siapa yang menjadi korban selanjutnya.

26 comments:

  1. Anonymous19:09

    hahaha matanya sipit... nda bisaku

    ReplyDelete
  2. terharuku bacaki...hiks..hiks hiks..

    *awasko Wie'... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... cetar membahana

      Delete
  3. Bukan zoel yang bergetar tapi dompetnya....
    hmmm.... bahaya.... !!!
    Nda' tau apaku bergetar klo ketemu awiee.....
    hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang jelasnya jangan hatimu yang bergetar Yud. nda normal itu

      Delete
  4. Anonymous09:31

    kak Awie calledanya deh... Bibir mungil? Nooooo

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha? saya kalem loh

      Delete
    2. kalem = kaya' lem.....hehehe

      Delete
  5. cakep temanta' itu kaka'? kasi' kenal dulu... nda jelaski fotonya krn membelakang.... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nda cakepji, nda usah mi kenalki, menyesal ji itu... suka menggigit

      Delete
  6. Ayyash09:36

    wie.... wie... Ya Allah... Tulisan ente tambah keren euyy... ini fiksi apa nyata sih? gendre ente tuh yang lucu2 jangan yang sedih2 gak ngaruh.. hehe keren keren untuk yang ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih Ayyash.... ini sangat mengharukan brader... #LemparPotBunga

      Delete
    2. Ayyash23:08

      ay kita nge 5 cm yuk... kayaknya seru... Tapi gak ada Riani sama Arinda nya... tuk 2 orang yang masih oon alias jomblo

      Delete
  7. Asri09:38

    itu Azizah toh tidak di dunia nyata tidak di dunia maya cakkidi-kidi sekali... mauku remas bibirnya... janganki' kasi ke kenalki sama Azizah itu kk Awie, sama saya mo

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepupu jangan saling gigit... mau mu apa kau Asri? Harom

      Delete
  8. Azizah09:39

    ihhh.... Mauko apai kau Asri, na cowok itu kau cowok juga... saya mo ka Awie cakep nah... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bilangka' janganmi na gigit ko nanti

      Delete
    2. ZoeL10:22

      mmddede...kau tong ji Wi' yang sering gigitka...! :P

      Delete
    3. iya sih, saya kan edward breaking dawn.... hahha

      Delete
  9. hahaha ngakak gue Wie... Bibir mungil? kayaknya salah tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau dengar gimana ngakaknya orang Kairo... hahaha emang mungil kok mas... ane dah berapa kali bercermin, makin hari makin mungil. Kwkwkwkw

      Delete
  10. Lukman Said09:41

    Ane di sms sama ayyash tuk baca tulisan ente di blog... ya Allah... anak nakal! hahha.. keren keren, tapi setuju sama mas Odi... kata bibir mungil ditiadain aja deh yah... mengganggu pemandangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah pak dokter baca juga. jadi malu.... dok, ada resep untuk bibir? haha

      Delete
  11. satu lagi Man.... awie bilang mata sipit? padahal terpejam pun dia masih bisa ngeliat. hahah lari ah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas odi, apa salah dan dosaku?

      Delete
  12. ududu.. jangan lalo saya korban selanjutnya kodong.. :P keren keren ^^ makin oon aja nih :D

    ReplyDelete