Hanya Berteman, itu saja cukup!


Sering aku berdo’a supaya dibukakan hati oleh Allah untuk bisa sekedar berteman dengan si fulan, kupaksakan untuk selalu tersenyum ketika bertemu dengannya namun sampai saat ini aku belum bisa berteman dengannya. Semakin aku mencoba ternyata sekuat itu pula Iblis menjebakku dalam lingkaran setan. Semua tentangnya selalu membuatku muak, si fulan akhirnya menjadi manusia tipe haram buatku, yang ketiadaannya begitu menentramkan dan keberadaannya membawa mudarat. Astagfirullah, beribu istigfar sudah terlantun atas sikapku terhadap si fulan, masih ada dengki dalam hatiku. Entahlah, apa karena aku yang keras hatinya atau karena si fulan memang yang tidak bisa dijadikan teman. 

Aku tidak bisa berteman dengan si fulan yang selalu membual, membesar-besarkan cerita yang sebenarnya tidak besar, yang terlalu over dalam memamerkan kesholehannya, yang selalu tampil suci dihadapan semua orang. Aku tidak suka itu, dan itu yang membuatku buta, aku tidak lagi memperhatikan sisi baiknya, yang suka menolong temannya ketika dalam kesusahan. 

Entahlah, semua terasa amat buruk bagiku, sampai aku pernah berfikir bahwa berpindah tempat mungkin akan lebih baik bagiku daripada terus pura-pura baik terhadap si fulan. Namun itu bukanlah solusi yang tepat menurutku. Yah semoga hati ini bisa dilapangkan oleh Allah, yah hanya sekedar berteman dengannya, itu saja!

Comments