Kado Milad untuk Saudariku, Nurul Qisty


Yah kadoku tidak berisi hadiah yang menarik seperti yang menjadi trend di kalangan remaja saat memberikan kado kepada sahabatnya yang lagi ulang tahun. Karena ulang tahun bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan, hanya saja perlu disyukuri karena ternyata Allah masih memberi kita umur sehingga bisa menginjak usia yang lebih matang. Bukan begitu? Jadi hanya beberapa paragraf kalimat yang menjadi kadoku di hari ultahmu, walaupun kalimatnya tidak seindah untaian khahlil gibran. Hehe yah jaulahlah!

Nurul Qisti, aku baru mengenal wajahnya setelah Foskadi terbentuk. Dulu di ma’had aku tidak mengenal wajahnya hanya biasa mendengar namanya disebut oleh kakaknya “Miqdad Al Mujaddid” saat membicarakan tentangnya padaku. Selebihnya aku tidak mengenalnya. Namun aku mulai mengenalnya setelah mulai aktif di Foskadi, dan sebelum foskadi terbentuk telingaku sudah sering mendengar namanya disebut sebagai siswi berprestasi di MAN model dan tentu saja tentang keteguhannya dalam memegang prinsip islam. Itu yang aku dengar. Dalam hati aku berkata “Alhamdulillah masih ada alumni yang bisa menjaga hijabnya, disaat banyak yang berguguran karena mode zaman.” 

Dan memang seperti itulah adanya, yah semoga dirimu tetap kuat memegang dan menjaga izzah diri kawan! Semakin shaleh/ah seseorang maka semakin kuat juga iblis yang akan melengserkannya. Ibaratnya orang jahat dan tidak sholeh itu setan yang mengganggunya hanya berprofesi sebagai pemulung, namun orang sholeh/ah setan yang mengganggunya mungkin saja pangkatnya adalah seorang menteri. Tetap istiqamah, jangan tinggalkan tarbiyah! Ok! Keep hamasah...
Selamat milad!

Comments