TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Kado Milad Buat Kawanku, Muizuddin!


Jika ditanya, apakah aku mengenal dekat seorang makhluk tuhan yang bernama Muizuddin yang pernah bersekolah di sebuah pesantren di Sinjai? maka tentu dengan tegas aku jawab, aku tidak terlalu mengenalnya dengan dekat. Aku tidak tahu apa makanan kesukaannya, minuman kesukaannya, apa jenis parfumnya dan lain-lain. Tapi aku tahu sosoknya, aku tahu karena kami berteduh di bawah satu atap selama tiga tahun lamanya. Dan kalau aku diminta untuk bercerita sedikit tentang Muiz maka aku bisa bercerita banyak, karena memang dia termasuk salah satu santri yang pernah ngetop di ma’had dulu. Berikut ini ceritaku:

Namanya Bojes, entah kenapa dia bisa dipanggil dengan nama itu, padahal setahuku Bojes itu mempunyai perawakan yang bagus dengan rambut yang lumayan lebat dan dia seorang pentolan AFI yang pernah menginjakkan kaki di Sinjai pada HUT kota bersatu itu. Tapi entahlah, yang jelasnya nama itu pernah melekat pada dirinya dan dia juga pede dengan nama itu. Hobinya memancing, bergerilya dari satu got ke got lain. Namun bukan itu yang ingin kutekankan dalam ceritaku ini, karena semua orang tahu tentang itu.

Bagi kalian yang pernah mengenal Muizuddin di waktu lalu, maka kamu akan mendapati seorang yang begitu asyik diajak berteman. Walaupun kutahu, karena itulah dia sering dikerjai oleh teman-temannya semasa dia masih SMP, tidak bisa dipungkiri sok berkuasa dan hukum rimba secara diam-diam pernah berlaku di pondok kita. 

Secara pribadi aku menganggap Muiz adalah seorang yang bisa menjaga persahabatan dengan kawan-kawannya, dia orangnya ramah senyum dan tidak sombong. Selalu menebar senyum kepada siapapun, termasuk kepada tiang listrik *piss!!* Muiz tidak gampang marah, walaupun sering amarahnya tersulut namun dia lebih memilih untuk diam menghadapinya, hingga diamnya berubah menjadi senyum. Entahlah siapa gadis yang berhasil merebut hatinya dan dijadikan sesuatu yang halal nantinya, tentunya gadis itu akan sangat bahagia karena kebersahajaan dan kelembutan hati dari seorang Muiz. 

Dan yang paling kuingat adalah si Muiz ini gila foto, salah satu buktinya adalah foto waktu kita melakukan rihlah di Patohoni, entah dimana foto itu saat ini. Di Foto itu, kami sedang shalat jama’ah magrib dan diantara shaf kedua paling pinggir berdirilah si Muiz. Di tengah salatnya, dia masih sempat mengangkat dua jemarinya saat blitz kamera menyala. 

Kawanku, Muizuddin bin entahlah, afwan aku tidak mengenal nama ayahmu tapi aku tahu wajahnya.  Kini usiamu kembali berkurang 1 tahun, sebenarnya setiap detik berlalu usia kita semakin berkurang, namun kini perputaran waktu mengantarnya genap berkurang 1 tahun. Apa bekalmu kini? Kadoku hanyalah do’a untukmu kawan, semoga disetiap hembusan nafasmu selalu mengingat asmaNya, jangan pernah lupakan dan lalaikan sholatmu. Ok Mas brow? Kalau ada tulisanku tentangmu yang salah itu menandakan aku belum terlalu mengenalmu dengan detail maka perlu didekatkan. Ied milad mubaarak.

No comments: