Sang Mujahidah itu, Ustadzah Yoyoh Yusroh


pagi masih belum beranjak meninggalkan dingin yang diantar malam, sesaat kuterpaku melihat SMS dari nomor yang tidak kukenal, entah punya siapa. Yang jelasnya isi SMSnya begitu menohok dan menyesakkan dada. Ustadzah Yoyoh Yusroh meninggal dunia karena kecelakaan? Sesaat saya tidak percaya, namun untuk lebih meyakinkan kembali saya buka berita Online hari ini, dan benar disana ada berita duka itu. innalillahi wa innailaihi raji’un. Beliau meninggal karena kecelekaan di Cirebon seusai menghadiri wisuda putranya di UGM.


Saya tidak mengenal banyak tentang ustadzah Yoyoh Yusrah bahkan melihat dan berkomunikasi secara langsung juga tidak pernah, namun telingaku sudah akrab dengan nama itu. seorang ibu yang hebat, cerdas dan bersahaja. Ibu yang hebat untuk 13 anak-anaknya. Juga saya tahu suara tegasnya dari media-media, dia selalu ada di barisan terdepan. sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001.


Hari ini, malaikat bergembira karena mengantar jenazah seorang mujahidah ke hadapan Rabbnya, namun disini air mata tumpah bagai air bah ketika melepasnya. Harum namanya masih meliuk-liuk, karya-karya nya masih terpampang nyata. Namun itulah tandanya bahwa Rabb juga sudah merindukannya.


Ustadzah Yoyoh, mungkin memang sudah lelah kakimu melangkah dalam perjalanan ini, semoga kini kakimu telah menapak di taman syurga untuk melepas lelahmu.


Ya Rabb, berikanlah ketabahan kepada suami dan anak-anaknya. Jadikanlah mereka ikhlas melepas salah satu orang terbaik negeri ini, orang terbaik dakwah ini.


Tanpa kusadari ada air mata yang menetes, dada serasa sesak. Allah kumpulkan kami di SyurgaMu nanti.




baca juga Nurul F Huda

Comments