TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Fai

6 bulan yang lalu, bocah berbaju putih itu mematung di sudut mesjid. Matanya masih basah dan sesekali masih ada tangis seduh yang keluar dari mulutnya. Mungkin dia baru saja bertengkar dengan kakaknya yang hampir seumuran dengannya. Saya menatapnya sambil tersenyum, dipandangi seperti itu dia malah memoyongkan mulutnya kemudian menggigit jarinya. Amat menggemaskan. Akhirnya kulambaikan tangan kepadanya dan diapun mendekat dengan berlari.
Didepanku dia kembali mematung, menunduk dan kini suara tangisnya makin kencang. Mungkin dia membutuhkan perhatian, kulirik ayahnya masih dalam keadaan salat.
“Kenapa ade’ Fai?” Tanyaku sambil mengusap air matanya dan ingusnya. Fai adalah nama panggilan yang menggemaskan, nama aslinya adalah Muhammad Fachri. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya, hanya telunjuknya yang mengarah pada kakaknya yang sedang salat mengikuti ayahnya, sesekali kakaknya mencuri pandang ke arah kami dan mengepalkan tangan kepada adiknya. Geli melihatnya. Ah dunia anak-anak.
Bocah di depanku kembali memonyongkan mulutnya, memang dia hobby memonyongkan mulutnya kalau lagi jengkel. Makanya kukeluarkan jurus ampuh.
“Fai mau makan coklat?”
“Mau’” Jawabnya polos sambil menyeka air matanya kemudia tersenyum kalem. Tanpa dosa. “Makacih yah om.” Katanya sambil duduk dipangkuanku, tiada lagi tangis dia malah berceloteh tanpa diminta. Fai aslinya cerewet bin bawel. Dia Menceritakan semua kesukaa
nnya, yang mungkin sudah puluhan kali aku dengar . “Om Fai cuka
donat, Fai juga mau naik pe
sawat cama ayah, Fai mau cekolah di jakalta, Fai mau….” Dia terus berceloteh sampai ayahnya datang menghampiri.
Kuposting tulisan ini karena kangen sama Fachri, sudah 5 bulan tidak pernah melihat wajahnya. Kemarin hanya mendengar kabarnya dari ayahnya, katanya dia baik-baik saja dan sudah punya adik baru namanya Naylah.

No comments: