TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Si Miskin Mencaci Tuhannya

Tidak tahu diri! Mulut si miskin itu terus membabi buta dengan perkataan yang tidak pantas. Kepada siapa dia mencaci? Kepada zat yang tiap hari memberinya makan, Dzat yang memberina kesempatan untuk bernafas. Si miskin yang tidak tahu diri itu mencaci tuhannya. Jiwa kerdilnya yang compang camping terlihat jelas dari sikap bodohnya.

Siapa si miskin itu? Dia adalah seorang sopir pete-pete. Hari itu dia sepi penumpang. Hanya aku seorang diri penumpangnya. Sepanjang jalan tidak ada penumpang lain yang nongol, kalaupun ada pasti penumpang tersebut ogah untuk naik tumpangannya. Dia jengkel, beberapa kali hampir menabrak pengendara lain. Aku beristigfar, takut jadi korbannya.

“e puang Allah ta’ala, tega sekali kasi’ beginika’.” Dia terus berkomat kamit sehingga aku tidak tahan dan menegurnya. “Istigfar pak. adaji penumpang itu.” Kataku agak kesal. Tapi dia tidak menghiraukan. Kata-katanya tambah tajam.

Lima belas menit perjalanan, di depan sana ada sekitar 6 penumpang. Sang sopir langsung tancap gas. Penumpang berebutan untuk naik, mungkin karena cuaca agak mendung. Kulihat wajah sang sopir sumringah. Allahu Rabbi, Engkau benar maha penyayang. Hamba melihat dan mendengar dia mencaciMu namun Engkau memberi apa yang dia maui. Sujud simpuhku hanya padaMu.

No comments: