Perjalanan Bermakna

“Akhy kita harus meluruskan niat. Niat itu penentu langkah kita.” Kata orang itu bijak dalam perjalanan kami menuju Sinjai. “kalau antum berniat ikut dakwah ini karena jabatan, maka karena jabatan jugalah yang menjadi ujian antum. Kalau antum kecewa karena tidak menjabat maka antum akan memutuskan untuk meninggalkan jamaah.” Aku mendengarnya dengan perhatian, “Namun itulah dakwah kita, semuanya akan tersaring. Kita berdakwah untuk Allah, karena Allah.” Sebenarnya taujih ini sering saya dapati dari orang lain, tapi kali ini obrolan santai dalam perjalanan ini sangat menyentuh. Sang ustad memang orang yang punya wibawa, aku akui itu.

Comments