Pak Ustad Ajari Saya Al fatihah

Kala itu, mega belumlah hilang diufuk barat. Masih terdengar sayup hembusan zikir petang di mesjid. Saat itulah seorang anak dengan merangkak mendekatiku, memegang alqur'an yang sedang kubaca, "Cantik" begitu komentar anak itu tentang qur'an merahku.
Anak itu tetap di depanku, duduk khusyu' tanpa kata. Mungkin takut menggangguku. Kuhentikan bacaan qur'anku, kuelus rambutnya, "ada apa nak?" begitu caraku menyapanya. "pak ustad, ajari saya al fatihah" jawabnya tersenyum lugu, gigi hitamnya kelihatan. "kamu belum hapal yah?" pertanyaan yang sudah kutahu jawabannya.
Sejak saat itu, dia menjadi murid setiaku. Kubimbing khusus untuk menghapal al fatihah. Dia sebenarnya sudah besar, kelas 4 SD. Tp kondisilah yang menyebabkan dia tidak menghapal al fatihah, dia tinggal bersama nenek dan kakeknya yang beragama nasrani. Ah begitu sulit hidupmu nak, dia sangat ingin puasa seperti teman-temannya yang lain, tapi karena dia tidak pernah bangun sahur jadi dia tidak kuat untuk puasa. Romi nama anak itu. Do'akan dirinya!

Comments