TERBARU

recentposts

Ukhuwah

[ukhuwah][twocolumns]

Resensi Film

[Resensi Film][twocolumns]

BUMI AZHAR

[bumi azhar][twocolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Om ustad, Saya Islam?

Namanya Ammang, orang tuanya seorang nasrani. Namun anak ini enggan untuk ikut agama orang tuanya, dia lebih tertarik mengikuti agama teman sepermainannya. Tapi anak ini masih menyembunyikan hasratnya dari orang tuanya, walaupun sebenarnya dia masih dihukumi beragama islam karena dia belum baligh, tapi adat dan budaya disini beda. Ketika orang tuanya beragama nasrani, maka otomatis anaknya juga dianggap nasrani, walaupun masih dalam kandungan. Salah satu korbannya adalah Ammang.
Sore itu, saat sedang istirahat mengajar, aku duduk di halaman mesjid sambil menanti buka puasa. Datanglah dia, anak pemberani itu. Dia masih malu, bersembunyi di balik pohon, maka aku memanggilnya. "Namanya siapa?" Tanyaku mengawali pembicaraan, "Ammang" katanya menunduk. "Kenapa tidak ikut mengaji?" Tanyaku lagi, "Kristen itu pak ustad" Teriak anak-anak santriku. "huzz masuk!" Perintahku kepada mereka yang sejak tadi memperhatikan kami berdua.
"Saya pintar wudhu, salat." kata Ammang, tapi dia tidak berani menatapku. "oh yah?" Mataku terbelalak mendengarnya. "Iya, om ustad mau liat?" Katanya lagi sembari melangkah ke tempat wudhu. "Boleh" Aku mengikutinya, kulihat anak santriku memperhatikan kami. Diapun berwudhu, sempurna! "Wah hebat!" Responku sambil mengacungkan jempol. "Tapi aku kristen om ustad." Katanya lagi, "Siapa bilang, kamu itu Islam" Mendengar ucapanku, anak itu menatapku dengan heran, tapi setelah itu wajahnya ceria, matanya berbinar. Ah aku bahagia melihat matanya. "Jadi saya islam?" tanyanya lagi. "Yah kamu Islam." Jawabku meyakinkan.
Tak berapa lama, aku melangkah masuk ke mesjid, aku berpapasan dengan wanita setengah baya, wajahnya garang. Tidak berkata-kata, tapi menyiratkan kebencian. Aku menoleh ke belakang, ke arah Ammang, anak itu sudah lari ketakutan. "Siapa itu?" Tanyaku kepada santriku, "Ibunya Ammang" jawab mereka serempak, dan ketika itu kudengar jeritan kesakitan Ammang karena dipukul oleh ibunya. Itu terakhir kali saya melihatnya. Ah anak itu, semoga dia tidak ikut agama orang tuanya.

No comments: