Kampung Para Pemegang Bara

Sekarang aku berdiri di puncak gunung, di bawah naungan pohon yang rindang, berselimutkan dingin dan kabut. Embun membasahi dedaunan, bau tanah dan cengkeh menusuk penciuman. Tidak salah jika aku menutup mata sambil membentangkan tangan menikmati alam yang sungguh indah ini. beda dengan Makassar yang penuh dengan kebisingan dan polusi. Ah disini beda....

Rasulku yang selalu kurindukan pernah berkata bahwa orang yang membawa kebenaran itu seumpam orang yang memegang bara api. Yah mereka disini adalah pemegang bara api itu, mereka telah menukar dunianya dengan akhirat. Membeli cinta Allah dengan keislaman mereka.

Mereka tetap tegar memegang bara itu walau dikucilkan oleh keluarga, mengecap semua resiko atas pilihan berani mereka. Nama Allah telah membumi di hati mereka, bersenandung dengan alunan nafasnya. Ah pesona para pemegang bara itu membuatku iri.

Comments