Bak Pangeran Berkuda

Terkadang tertawa sendiri menjalani hari-hari di tempat tugas. Bagaimana tidak? Tempatnya sangat terpencil, diapit gunung. Dan menjadi hal yang istimewa ketika melihat mobil. Hem! Tapi itulah yang membuatnya natural, hawa sejuk menjadi santapan tiap hari. Nyammi!
Jalanan yang rusak menjadi keluhan utama masyarakat disana, apalagi ketika masuk musim hujan. Jalanan bak sawah yang siap ditanami padi. Selain jalanan yang rusak parah, jarak antara desa dan kota sangaat jauh, bahkan ke pasar pun menyita waktu sampai seharian, dan ditempuh dengan jalan kaki. Subhanallah.
Satu hal yang paling berbekas, ketika pulang dari mesjid dengan memakai motor. Semua otot tegang, berpegangan kuat, dan jantung dag dig dug karena takut jatuh. Jalannya licin, olehnya itu saya lebih suka jalan kaki daripada naik motor, karena naik motor lebih cape' dan menguras tenaga. Huam!
Tapi kalau naik motor, kita bak pangeran berkuda. Bagaimana tidak, anak-anak pada berlarian mengiringi kami sambil berteriak-teriak dan bernyanyi riang. Ah... Adegan yang paling kusuka. Hehe!

Comments